LINTASJATIM.com, Bondowoso – Gelaran Fashion Show Busana Muslim Modern Motif Batik Khas Bondowoso menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Festival Muharram 1448 H x Road to Fesyar SAMARA yang berlangsung di Bondowoso, Sabtu (20/6/2026).
Peragaan busana tersebut semakin semarak dengan keikutsertaan sejumlah pejabat daerah, termasuk Camat Tamanan Muhammad Mufid bersama istrinya. Keduanya tampil memperagakan busana batik khas Bondowoso bersama jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para asisten, dan camat se-Kabupaten Bondowoso.
Mengenakan busana batik bernuansa merah gelap dengan motif khas daerah, Mufid dan istrinya tampil percaya diri di atas panggung. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati kawasan depan Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso.
Usai kegiatan, Mufid mengatakan keikutsertaannya dalam fashion show tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya mempromosikan produk batik karya pelaku UMKM Bondowoso.
“Saya sengaja ikut catwalk agar masyarakat semakin bangga mengenakan batik. Muharram adalah momentum hijrah, salah satunya hijrah untuk lebih mencintai produk lokal agar UMKM batik Bondowoso semakin berkembang,” ujarnya.
Festival Muharram 1448 Hijriah diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan didukung Bank Jatim Cabang Bondowoso.
Selain fashion show, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai agenda lain, seperti lomba desain batik pelajar, bazar UMKM, seminar ekonomi syariah, serta tabligh akbar yang menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Festival Muharram tahun ini cukup tinggi.
Menurutnya, keterlibatan langsung para pimpinan daerah dalam berbagai rangkaian acara turut memberikan motivasi bagi peserta dan pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk lokal.
“Partisipasi langsung para pimpinan daerah, termasuk Bupati Bondowoso, memberikan semangat tersendiri bagi peserta dan pengunjung. Kami berharap batik Bondowoso semakin dikenal dan mampu menjadi identitas daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia berharap Festival Muharram tidak hanya menjadi ajang peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya lokal, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan daya saing produk UMKM Bondowoso. (Buddhi)





