LINTASJATIM.com, Trenggalek – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Trenggalek, Agus M. Izuddin Zakki, mengingatkan kader Ansor agar tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi penolong sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gus Zakki saat menghadiri Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor Kecamatan Durenan di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, arahan tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharuddin, yang menekankan pentingnya penguatan kualitas kader, khususnya di bidang ekonomi.
“Ansor harus menjadi penolong, bukan justru menjadi pihak yang ditolong. Kader Ansor harus kreatif dan mampu meningkatkan kekuatan ekonomi,” ujar Gus Zakki.
Ia optimistis GP Ansor dan Banser akan terus berkembang menjadi organisasi yang lebih baik karena dibangun di atas fondasi perjuangan para ulama.
“Ansor ini besar bukan karena ketuanya, tetapi karena didirikan para ulama. Ketua hanya wasilah. Saya yakin Ansor dan Banser akan tetap jaya,” katanya.
Alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, itu juga menilai konferensi di tingkat kecamatan merupakan hal biasa dalam proses kaderisasi dan regenerasi organisasi.
“Siapa pun nanti yang memimpin di Durenan maupun Trenggalek, Ansor dan Banser harus tetap solid dan terus bergerak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Zakki turut menyoroti fenomena sebagian kader Ansor yang setelah mendapat jabatan strategis justru mulai menjauh dari organisasi. Sebaliknya, kader dari kalangan biasa justru dinilai memiliki semangat pengabdian yang tinggi.
“Kadang justru kader dari kalangan menengah ke bawah memiliki semangat dan ghirah organisasi yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Ansor terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang. Namun, seluruh kader tetap harus berpegang pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan patuh terhadap komando organisasi serta kiai setempat.
“Jangan ada penyaringan karena kedekatan atau kelompok tertentu. Siapa pun boleh masuk Ansor dan Banser, tetapi ketika sudah masuk harus satu komando dengan pimpinan dan kiai di daerahnya,” ujarnya.
Gus Zakki juga mengajak kader Ansor merangkul anak-anak muda dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang masih gemar berkumpul di jalanan atau tongkrongan, agar diarahkan pada kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.
“Mereka harus dibina dan diajak ke kegiatan yang lebih baik agar hobinya yang kurang bermanfaat bisa dikurangi,” pungkasnya.





