Deddy Ardiansyah Pimpin IKAPI Jatim, Fokus Kolaborasi Literasi

Deddy Ardiansyah Suis, SE., Ketua terpilih IKAPI Daerah Jawa Timur periode baru.
Deddy Ardiansyah Suis, SE., Ketua terpilih IKAPI Daerah Jawa Timur periode baru.

LINTASJATIM.com, Surabaya – Deddy Ardiansyah Suis resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Jawa Timur periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Graha Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Kamis (30/4/2026).

Musda dihadiri pengurus, anggota, serta pegiat literasi dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ketua IKAPI Jatim sebelumnya, Prof. Fatkul Anam, menyebut partisipasi peserta mencapai lebih dari 100 orang.

Bacaan Lainnya

“Ini menjadi forum dengan partisipasi terbanyak sepanjang periode kepengurusan. Hal ini menunjukkan semangat anggota untuk terus mengawal agenda organisasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan peran IKAPI Jawa Timur sebagai motor penggerak penerbitan daerah, dengan capaian belasan ribu judul buku sepanjang periode 2021–2026.

Selain itu, Fatkul menyoroti pentingnya penguatan sinergi antara penerbit dan perpustakaan. Menurutnya, kolaborasi perlu ditingkatkan karena masih ada kalangan perpustakaan yang belum mengenal IKAPI secara dekat.

Ketua IKAPI Pusat, Arys Hilman Nugraha, menambahkan bahwa tantangan literasi saat ini bukan hanya soal jumlah pembaca, tetapi juga kebiasaan membaca buku.

“Bukan kekurangan pembaca, tetapi masyarakat belum terbiasa membaca buku. Di sinilah peran penerbit, komunitas literasi, dan perpustakaan harus saling menguatkan,” tegasnya.

Musda juga diisi seminar yang membahas prospek industri perbukuan di era digital, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi penerbit.

Usai terpilih, Deddy Ardiansyah menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dan jejaring organisasi.

“Amanah ini tidak ringan. Dengan kebersamaan, IKAPI Jawa Timur dapat terus berkembang sebagai rumah bagi penerbit dan berkontribusi bagi literasi bangsa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Musda 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara penerbit dan perpustakaan serta mendorong tumbuhnya budaya baca di masyarakat.

Pos terkait