DPD PAN Tulungagung Siapkan Transformasi Partai Modern Berbasis Teknologi

Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh. (Jazuli)
Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdulloh. (Jazuli)

LINTASJATIM.com, Tulungagung – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan kepada 27 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.

Salah satu mandat kepengurusan tersebut diberikan kepada DPD PAN Tulungagung di bawah kepemimpinan Rijal Abdulloh sebagai Ketua untuk periode 2025–2030.

Bacaan Lainnya

Usai menerima mandat tersebut, Rijal Abdulloh menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan signifikan pada tubuh partai. Dalam target jangka pendek atau quick win satu hingga dua tahun ke depan, Rijal berencana melakukan transformasi partai menjadi entitas yang lebih modern.

“Kami ingin transformasi partai yang lebih modern, mulai dari sistem pemanfaatan teknologi hingga penggunaan Artificial Intelligence (AI). Bagaimana hal tersebut dioperasionalkan dalam kerja-kerja politik di lapangan,” ujar Rijal Abdulloh saat memberikan keterangan kepada awak media di salah satu kedai di Tulungagung, Sabtu (14/3/2026).

Selain aspek teknologi, Rijal menekankan pentingnya penguatan struktur partai melalui peningkatan kapasitas kader. Ia menginginkan kader PAN memiliki kesadaran berdemokrasi yang matang serta profesionalisme untuk meyakinkan masyarakat bahwa PAN adalah partai yang membawa manfaat nyata.

Menurut Rijal, pondasi internal tersebut akan berjalan beriringan dengan program sosial kemasyarakatan yang dijalankan oleh anggota Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Tulungagung. Tak hanya itu, ia juga merancang sebuah terobosan berupa wadah kajian kebijakan.

“Kami berencana membentuk policy innovation hub. Ini semacam ruang dengan tim khusus untuk mengkaji kebijakan publik serta dinamika ekonomi, politik, dan sosial di Tulungagung,” bebernya.

“Kami ingin mengedepankan budaya ilmiah dan pengetahuan sebagai pondasi kerja, guna menepis stigma bahwa partai politik diisi oleh orang-orang yang tidak profesional,” imbuhnya.

Menyinggung agenda terdekat, DPD PAN Tulungagung akan segera melakukan restrukturisasi di tingkat kecamatan. Proses ini mencakup evaluasi hasil pemilu serta penjaringan sosok-sosok terbaik dari berbagai latar belakang untuk bergabung dan belajar bersama.

Terkait strategi menggaet pemilih muda dan fenomena ‘partai artis’ yang melekat pada PAN di level nasional, Rijal menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka bagi siapa saja, termasuk para influencer lokal atau yang ia istilahkan sebagai micro-celeb.

“Kalau di level nasional mungkin sudah selebritas, kalau di daerah istilahnya mungkin micro-celeb. Kami tidak hanya berfokus ke sana, tapi kami sangat terbuka. Siapa pun yang ingin bergabung, silakan. Ini adalah ruang berkarya dan ruang untuk belajar demokrasi,” tambah Rijal dengan nada santai.

Bagi Rijal, esensi demokrasi yang diusung PAN Tulungagung melampaui sekadar kontestasi pemilu. Ia berpendapat bahwa demokrasi adalah proses belajar terus-menerus untuk mendewasakan diri dan memperbaiki peradaban.

Ia berharap masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk membangun dan memajukan Tulungagung secara bersama-sama. (jaz/red)

Pos terkait