Lonjakan Logistik Jelang Lebaran Capai 80 Persen

Kegiatan bongkar muat di terminal Petikemas Surabaya. Sumber foto: www.detik.com
Kegiatan bongkar muat di terminal Petikemas Surabaya. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Arus distribusi logistik di Jawa Timur diperkirakan melonjak tajam menjelang Lebaran 2026. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur memprediksi kenaikan volume barang dapat mencapai hingga 80 persen dibanding hari normal.

Dikutip dari detikJatim.com, Ketua ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyebut peningkatan aktivitas logistik menjelang hari besar keagamaan merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

Bacaan Lainnya

Surabaya yang menjadi pusat distribusi logistik menuju kawasan Indonesia Timur turut memicu tingginya arus barang.

“Kebetulan Nataru, Imlek dan Idul Fitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan,” ujar Wibisono, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan aktivitas tersebut mendorong berbagai pihak di pelabuhan untuk menyiapkan langkah antisipasi agar tidak terjadi kepadatan, khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah memanfaatkan gudang ekspor sebagai tempat penampungan sementara bagi barang impor. Kebijakan ini diambil setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai guna menjaga kelancaran arus keluar masuk barang.

Selain itu, pengelola pelabuhan juga rutin melakukan migrasi kontainer antar terminal untuk mengurai kepadatan di area pelabuhan.

“Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya,” katanya.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas juga menyiapkan langkah pengamanan operasional. Optimalisasi sistem operasi terminal dilakukan untuk memantau potensi kepadatan di dermaga maupun di lapangan penumpukan peti kemas.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan sistem tersebut memungkinkan pihaknya merencanakan pelayanan bongkar muat kapal jauh sebelum kapal tiba di pelabuhan.

“Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang,” ujarnya.

Selama masa libur Lebaran, operasional terminal peti kemas tetap berjalan normal selama 24 jam setiap hari. Dengan pola layanan penuh tersebut, aktivitas bongkar muat diharapkan tetap berjalan lancar meskipun volume logistik meningkat signifikan.

Pos terkait