BAZNAS Kediri Salurkan Bantuan Susu untuk 65 Baduta, Perkuat Upaya Cegah Stunting

BAZNAS Kabupaten Kediri cegah stunting

LINTASJATIM.com, Kediri– BAZNAS Kabupaten Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri memperkuat upaya percepatan penanganan stunting dengan menyalurkan bantuan susu kepada 65 anak usia bawah dua tahun (baduta) yang masuk kategori pra stunting dan stunting.

Bantuan diserahkan melalui program Aksi NoStunting di Pendopo Kecamatan Pare, Senin (20/7/2026). Para penerima manfaat berasal dari Kecamatan Pare, Puncu, dan Kepung.

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan tahun kedua kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Jika pada 2025 bantuan diberikan kepada 36 anak pra stunting di Kecamatan Ngasem, tahun ini jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 65 baduta sebagai bagian dari perluasan cakupan intervensi gizi.

Mewakili Bupati Kediri, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan bantuan susu akan diberikan selama 90 hari. Selama program berlangsung, keluarga penerima manfaat akan mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader PKK, serta edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

Menurutnya, intervensi gizi yang dibarengi pendampingan diharapkan mampu meningkatkan status gizi anak sekaligus mencegah stunting secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Kediri, Moch. Najib Sa’dulloh, mengatakan zakat memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini merupakan tahun kedua BAZNAS Kabupaten Kediri bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dan DP2KBP3A dalam program pencegahan stunting. Amanah zakat yang dititipkan para muzaki terus kami hadirkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Najib berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sehingga mereka tumbuh sehat dan menjadi generasi yang berkualitas.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, tenaga kesehatan, Tim Pendamping Keluarga, kader Posyandu, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kediri.

BAZNAS Kabupaten Kediri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kediri, DP2KBP3A, Tim Percepatan Penanganan Stunting, kader PKK, kader Posyandu, hingga Tim Pendamping Keluarga.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS berharap program bantuan gizi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak sekaligus mendukung terwujudnya generasi Kabupaten Kediri yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Pos terkait