LINTASJATIM.com, Surabaya – Dampak kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, meluas hingga mengganggu operasional kereta api jarak jauh.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan sedikitnya 19 perjalanan kereta pada Selasa (28/4/2026), termasuk tujuh perjalanan yang berangkat dari wilayah Jawa Timur.
Sejumlah kereta dari Jatim yang terdampak di antaranya KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasar Senen, KA Singasari (Blitar–Pasar Senen), KA Gumarang (Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen), hingga KA Jayabaya (Malang–Pasar Senen). Selain itu, perjalanan KA Argo Anjasmoro dan KA Argo Bromo Anggrek juga masuk dalam daftar pembatalan.
Dikutip dari detikJatim.com, pihak KAI menyatakan langkah ini diambil sebagai bagian dari penanganan pascakecelakaan sekaligus memastikan keselamatan perjalanan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” ujar Anne, Selasa (28/4/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan bagi penumpang yang terdampak pembatalan maupun keterlambatan perjalanan pada 27–28 April 2026.
Pengajuan refund dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun layanan Contact Center KAI, dengan batas waktu maksimal tujuh hari setelah jadwal keberangkatan.
Selain kereta dari Jawa Timur, pembatalan juga mencakup sejumlah perjalanan lain seperti KA Argo Sindoro, Mataram, Manahan, hingga Parahyangan dan Argo Muria. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi penumpang di tengah situasi darurat akibat kecelakaan tersebut.





