Tanggul Sungai Jebol, Dua Desa di Mojokerto Kebanjiran

Puluhan rumah warga 2 desa di Kecamatan Mojosari, Mojokerto terendam banjir. Sumber foto: www.detik.com
Puluhan rumah warga 2 desa di Kecamatan Mojosari, Mojokerto terendam banjir. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Mojokerto – Banjir merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/3/2026). Peristiwa ini dipicu jebolnya tanggul Sungai Sumber Kembar setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas cukup tinggi.

Dikutip dari detikJatim.com, genangan air salah satunya melanda Dusun Gembongan, Desa Jotangan. Kepala Dusun Gembongan, Nurkholis, mengatakan banjir mulai masuk ke permukiman warga sejak dini hari.

Bacaan Lainnya

“Banjir karena tanggul jebol kemarin malam sekitar jam 9. Air yang meluap akhirnya masuk ke Dusun Gembongan,” ujar Nurkholis.

Ia menyebut sekitar 50 rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian air di jalan kampung mencapai 60 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terlebih saat bulan Ramadan.

Menurutnya, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing yang dikepung air. Sementara kendaraan bermotor dipindahkan ke tempat yang lebih aman agar tidak rusak.

“Warga sangat terganggu karena aktivitas sehari-hari tak bisa dilakukan, terutama ibu-ibu yang menyiapkan makanan untuk Ramadan,” ungkapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyatakan banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Sumber Kembar di Dusun Tambakagung, Desa Kebondalem, Mojosari.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Mojokerto Abdul Khakim menjelaskan tanggul yang rusak memiliki panjang sekitar 15 meter. Kerusakan dipicu hujan yang turun cukup lama dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Tanggul jebol karena hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi dengan durasi yang cukup lama,” jelas Khakim.

Akibat tanggul yang rusak tersebut, luapan air sungai menggenangi dua desa, yakni Dusun Gembongan di Desa Jotangan serta Dusun Balongcangak di Desa Kedung Gempol. Di Balongcangak, banjir merendam 10 rumah warga dan sekitar 11 hektare lahan persawahan.

Hingga kini tanggul yang jebol masih belum diperbaiki. BPBD pun mengingatkan adanya potensi banjir susulan jika debit air Sungai Sumber Kembar kembali meningkat.

“Kondisi tanggul yang jebol belum diperbaiki, sehingga masih ada ancaman bencana susulan apabila debit air sungai kembali naik,” tandasnya.

Pos terkait