Tiga Santriwati Laporkan Pengasuh Ponpes

Tiga santriwati melapor ke Polres Ngawi terkait dugaan pencabulan oleh pengasuh pondok pesantren di Widodaren. Sumber foto: www.detik.com
Tiga santriwati melapor ke Polres Ngawi terkait dugaan pencabulan oleh pengasuh pondok pesantren di Widodaren. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Ngawi – Tiga santriwati melaporkan dugaan tindak pencabulan yang dilakukan seorang pimpinan pondok pesantren berinisial D di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Laporan tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Ngawi.

Dikutip dari detikJatim.com, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Aris Gunadi membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Ketiga korban datang ke polisi pada Jumat (22/5/2026) dengan pendampingan pihak luar.

Bacaan Lainnya

“Kemarin hari Jumat, tiga santriwati didampingi Sekretaris Yakuza Ngawi mendatangi Satreskrim untuk pelaporan dugaan pencabulan oleh pengasuh ponpes di wilayah Kecamatan Widodaren,” ujar Aris, Sabtu (23/5/2026).

Tiga pelapor diketahui berinisial G asal Blora serta P dan Z asal Sragen. Setelah membuat laporan, korban langsung menjalani pemeriksaan medis di RS Widodo Ngawi.

“Kita lakukan visum dan saat ini korban mendapatkan pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA),” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Yakuza Ngawi, Dwi Kurniawan Ma’arif, mengatakan dugaan kasus tersebut mulai terungkap setelah muncul kasus serupa yang ramai diperbincangkan di Ponorogo. Kondisi itu disebut membuat sejumlah pihak berani menyampaikan informasi.

“Ada seseorang yang mendatangi tempat kita terkait adanya santriwati yang diduga dicabuli oleh oknum pimpinan pondok pesantren. Akhirnya, ada tiga santriwati yang berani melaporkan kasus pencabulan itu ke kepolisian,” kata Dwi.

Menurut Dwi, jumlah korban diduga lebih dari tiga orang. Namun sebagian korban disebut belum bersedia melapor karena telah berkeluarga.

“Diperkirakan jumlah santriwati yang menjadi korban pencabulan masih banyak. Namun, mereka belum mau melaporkan ke pihak kepolisian karena sebagian besar saat ini sudah berkeluarga,” pungkasnya.

Pos terkait