LINTASJATIM.com, Malang – Hasil autopsi mengungkap penyebab kematian HMZ (17), remaja asal Nganjuk yang ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Korban dipastikan meninggal akibat kekurangan oksigen setelah dicekik.
Dikutip dari detikJatim.com, kepastian itu disampaikan Satreskrim Polres Malang usai melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah korban. HMZ sebelumnya ditemukan dalam kondisi tanpa busana, tangan terikat, dan mulut tersumpal pada Selasa (17/2/2026).
Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar mengatakan, hasil autopsi menunjukkan korban mengalami asfiksia.
“Dari hasil autopsi, penyebab kematian adalah asfiksia. Ini sejalan dengan keterangan pelaku saat melakukan pencekikan,” ujar Hafiz dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Selasa (24/2/2026).
Polisi menetapkan YDF (22), warga Malang yang diketahui sebagai kekasih korban, sebagai tersangka. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mencekik korban berulang kali hingga kehilangan kesadaran.
“Pelaku mencekik korban secara berulang sampai korban lemas dan tidak berdaya. Tindakan itu dilakukan dalam kondisi emosi yang tidak terkendali,” jelas Hafiz.
Setelah korban tak sadarkan diri, tersangka diduga berusaha menghilangkan jejak. Tangan dan kaki korban diikat, sementara mulutnya disumpal. Pelaku sempat berniat membuang jasad ke sungai, namun akhirnya menguburkannya di tepi aliran Sungai Kedung Winong.
Polisi juga mengungkap motif sementara pembunuhan tersebut. Peristiwa tragis itu dipicu pertengkaran soal biaya perbaikan sepeda motor milik korban yang rusak setelah digunakan berboncengan dengan pelaku. Cekcok terjadi di lokasi sepi di wilayah Jabung pada Jumat (13/2/2026) malam.
“Motif sementara karena persoalan biaya servis motor korban yang rusak. Terjadi cekcok antara keduanya dan pelaku tersulut emosi,” kata Hafiz.
Sebelum jasad ditemukan, keluarga sempat melaporkan HMZ hilang ke Polresta Malang Kota pada Rabu (11/2/2026). Korban diketahui sempat singgah di rumah kerabat di Kota Malang, namun tak kembali.
“Ada kerabat yang melaporkan hilangnya korban di Polresta Malang Kota, karena korban sempat singgah dan tak kembali,” pungkas Hafiz.
Dari hasil penyelidikan, diketahui korban bertemu pelaku yang dikenalnya melalui media sosial. Keduanya kemudian berkeliling menggunakan sepeda motor korban hingga ke wilayah Malang, sebelum akhirnya terjadi peristiwa yang merenggut nyawa remaja tersebut.





