Wisatawan Tewas, Mikutopia Dievaluasi

Wisata Baru Mikutopia di Kota Batu yang Ramai Pengunjung. Sumber foto: www.detik.com
Wisata Baru Mikutopia di Kota Batu yang Ramai Pengunjung. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Batu – Pemerintah Kota Batu bergerak cepat menyikapi insiden meninggalnya seorang wisatawan saat mengantre tiket di wahana Mikutopia.

Dikutip dari detikJatim.com, Dinas Pariwisata setempat menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan destinasi yang masih berstatus uji coba tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyatakan pihaknya akan meninjau ulang kesiapan fasilitas, terutama terkait aspek keselamatan dan layanan kesehatan bagi pengunjung. Ia menekankan bahwa status trial tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan standar pelayanan.

“Kita akan lakukan monitoring lagi terkait dengan kesiapan, karena seperti tenaga kesehatan, tenaga medis, ruang pemeriksaan itu kan juga harus ada,” ujar Onny, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, setiap objek wisata yang telah dibuka untuk umum seharusnya sudah memenuhi standar operasional secara penuh, termasuk dalam penanganan kondisi darurat. Evaluasi juga akan difokuskan pada prosedur penanganan pertama saat insiden terjadi.

“Kesiapan tenaga medis, terus ruang P3K, terus kemarin penanganannya seperti apa, kan kami memang masih belum mendapat laporan resmi,” tegasnya.

Selain aspek kesehatan, Pemkot Batu juga akan menggandeng Dinas Perhubungan untuk mengkaji ulang Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) di sekitar lokasi wisata yang sebelumnya dikeluhkan pengunjung.

Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata masih menunggu laporan resmi dari pengelola Mikutopia terkait kronologi lengkap kejadian tersebut.

Diketahui, insiden tragis itu menimpa Suyati, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Ia pingsan saat mendampingi suaminya mengantre tiket pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.50 WIB.

Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendry Subagijo menjelaskan, korban sempat mendapatkan pertolongan awal dari petugas di lokasi.

“Petugas wisata yang melihat kejadian itu langsung berupaya menolong dengan membawa Suyati ke Pos P3K untuk mendapat penanganan awal,” ujarnya.

Namun, nyawa korban tidak tertolong meski telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Peristiwa ini pun menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang.

Pos terkait