Festival Jejak Purba Promosikan Warisan Megalit Bondowoso

Festival Jejak Purba Bondowoso yang digelar di Museum Terbuka Megalitik Bondowoso.
Festival Jejak Purba Bondowoso yang digelar di Museum Terbuka Megalitik Bondowoso.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengintensifkan promosi warisan budaya megalitik melalui Festival Jejak Purba Bondowoso yang digelar di Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jumat (19/6/2026).

Festival yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan parade budaya, pertunjukan seni tradisional, seminar budaya, serta kunjungan edukatif ke sejumlah situs megalitik. Kegiatan tersebut melibatkan pelajar, akademisi, komunitas budaya, seniman, dan masyarakat umum.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, I Gede Budiawan, mengatakan festival ini bertujuan mengenalkan sekaligus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang kekayaan warisan budaya yang dimiliki Bondowoso.

“Melalui festival ini kami ingin memperkenalkan kesenian lokal, mengajak peserta mengenal situs megalitik, serta membuka ruang diskusi tentang perkembangan budaya megalit di Bondowoso,” ujarnya.

Menurut Gede, festival tersebut juga menjadi sarana promosi untuk memperkuat citra Bondowoso sebagai salah satu daerah dengan peninggalan megalitik terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, terdapat 1.423 benda cagar budaya megalitik yang tersebar di berbagai wilayah Bondowoso.

“Jika berbicara jumlah yang terdata, Bondowoso memiliki koleksi megalitik yang sangat besar dan menjadi potensi unggulan daerah,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan upaya berkelanjutan agar megalit semakin dikenal masyarakat luas. Karena itu, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai kegiatan budaya sebagai media promosi dan edukasi.

Selain promosi, Disparbudpora juga memprioritaskan pemanfaatan Museum Terbuka Megalitik sebagai sarana pembelajaran sejarah. Hingga kini, museum tersebut masih dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat dan pelajar.

Sementara itu, mewakili Bupati Bondowoso, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bondowoso Nunung Setianingsih menegaskan bahwa warisan budaya merupakan aset penting yang harus dijaga bersama.

“Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi sumber inspirasi untuk membangun masa depan. Melalui seni dan tradisi, kita dapat memperkuat identitas daerah dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda turut berperan aktif dalam pelestarian budaya melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital agar kekayaan sejarah Bondowoso semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Rif)

Pos terkait