Ban Bekas Disulap Jadi Loker HP, SMKN 3 Bondowoso Dipuji Kadisdik Jatim

Inovasi SMKN 3 Bondowoso mendapat apresiasi Kadisdik Jatim.
Inovasi SMKN 3 Bondowoso mendapat apresiasi Kadisdik Jatim.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – SMKN 3 Bondowoso menghadirkan inovasi sederhana untuk mendukung pembatasan penggunaan telepon seluler (HP) di lingkungan sekolah. Ban bekas disulap menjadi loker penyimpanan HP siswa.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aris Agung Paewai, saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 3 Bondowoso, Rabu (12/8/2026).

Bacaan Lainnya

Loker HP berbahan ban bekas itu menjadi contoh penerapan disiplin penggunaan gawai yang dipadukan dengan kreativitas siswa dan kepedulian terhadap lingkungan.

Aris mengapresiasi langkah sekolah yang mampu mengubah limbah menjadi fasilitas yang memiliki nilai guna. Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi solusi penyimpanan HP yang sederhana sekaligus ramah lingkungan.

“Ini luar biasa. SMKN 3 Bondowoso menemukan solusi yang tidak hanya murah, tetapi juga ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika tinggi. Saya sangat mengapresiasi inovasi ini,” ujar Aris.

Menurut Aris, pembatasan penggunaan HP di sekolah tidak sebatas melarang siswa menggunakan gawai. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan peserta didik dapat lebih fokus mengikuti proses pembelajaran.

Namun, penerapannya membutuhkan sistem penyimpanan perangkat yang aman dan tertib. Kebutuhan tersebut kemudian dijawab SMKN 3 Bondowoso melalui pemanfaatan ban bekas.

Ban yang sudah tidak terpakai dikumpulkan dan diolah menjadi tempat penyimpanan HP. Sebelum digunakan, ban dibersihkan, dicat, kemudian dimodifikasi dengan sekat untuk memisahkan perangkat milik setiap siswa.

Proses pembuatan loker tersebut melibatkan siswa dan guru, khususnya dari jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR). Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana bagi siswa menerapkan keterampilan yang diperoleh selama pembelajaran.

Kepala SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono Settiawan, mengatakan gagasan tersebut berawal dari persoalan sederhana yang kemudian dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek.

“Kami melihat banyak ban bekas yang tidak termanfaatkan. Melalui pendekatan Project-Based Learning, kami mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki fungsi,” jelas Daris.

Menurutnya, proses tersebut tidak hanya menghasilkan fasilitas penyimpanan HP, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa dalam menyelesaikan persoalan nyata dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis. Siswa juga dilatih mengidentifikasi persoalan, mencari solusi, dan menghasilkan produk yang dapat digunakan.

Aris menilai kreativitas tersebut perlu terus dikembangkan. Menurutnya, sekolah dapat menjadi ruang bagi lahirnya inovasi sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan pendidikan.

Ia juga menilai keberadaan loker tersebut dapat membuat penyimpanan HP selama pembelajaran lebih tertib. Dengan perangkat ditempatkan pada fasilitas yang telah disediakan, siswa diharapkan lebih fokus mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Di sisi lain, pemanfaatan ban bekas turut memberikan nilai edukasi mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Limbah yang berpotensi menjadi masalah apabila dibiarkan justru diolah menjadi fasilitas sekolah.

Daris menyambut apresiasi tersebut sebagai motivasi bagi SMKN 3 Bondowoso untuk terus mengembangkan inovasi berdasarkan kebutuhan sekolah dan potensi siswa.

“Dukungan dan apresiasi dari Bapak Kadisdik tentu menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.

Inovasi loker HP tersebut menunjukkan bahwa penerapan disiplin penggunaan gawai dapat berjalan seiring dengan pembelajaran kreatif dan kepedulian terhadap lingkungan.

SMKN 3 Bondowoso membuktikan bahwa solusi pendidikan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan kreativitas, barang yang semula dianggap limbah pun dapat diubah menjadi fasilitas yang bermanfaat. (Rif)

Pos terkait