LINTASJATIM.com, Bondowoso – Tiga pelajar asal Kabupaten Bondowoso berhasil menembus Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat nasional setelah masuk lima besar peserta terbaik se-Jawa Timur.
Ketiga pelajar tersebut yakni Danish Ifat Rafif Gustatama dari SDN Kota Kulon, Siti Nur Aisyah Ayu Samroni dari SDN Binakal, dan Abiyyu Balfaqih Junaidi dari MI At-Taqwa.
Mereka berhasil lolos melalui bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan dijadwalkan mewakili Jawa Timur pada OSN tingkat nasional yang berlangsung 26 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut menjadi capaian penting bagi dunia pendidikan Bondowoso. Dua dari tiga siswa bahkan lolos melalui bidang Matematika yang memiliki persaingan ketat di tingkat provinsi.
“Ada tiga siswa kita yang lolos ke tingkat nasional. Dua di antaranya dari bidang Matematika. Ini merupakan prestasi yang luar biasa karena mereka masuk lima terbaik se-Jawa Timur dan berhak mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional,” ujar Taufan.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa potensi akademik pelajar Bondowoso mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur. Capaian itu diharapkan menjadi pemantik untuk meningkatkan kualitas pembinaan prestasi pendidikan di daerah.
“Semoga ini menjadi titik awal dan momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bondowoso. Kami juga berharap pada pelaksanaan OSN nanti, anak-anak kita mampu berbicara banyak di tingkat nasional,” katanya.
Taufan mengaku capaian tersebut cukup mengejutkan. Bondowoso mampu bersaing dengan sejumlah daerah yang selama ini dikenal memiliki kekuatan dalam kompetisi akademik.
“Kami juga cukup terkejut dengan prestasi ini. Kami tidak menyangka bisa mengalahkan banyak kabupaten dan kota lain. Untuk bidang Matematika saja, yang lolos berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, dan dua peserta dari Bondowoso,” ungkapnya.
Meski demikian, lolos ke tingkat nasional menjadi tantangan baru bagi ketiga pelajar tersebut. Mereka akan berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dinas Pendidikan Bondowoso pun menyiapkan pembinaan intensif untuk meningkatkan kesiapan akademik dan mental para peserta sebelum menghadapi kompetisi nasional.
“Minggu-minggu ini kami akan melakukan pembinaan dan mempersiapkan mereka sebaik mungkin menghadapi pelaksanaan OSN pada 26 Agustus nanti. Pak Bupati juga sudah menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan,” jelas Taufan.
Menurutnya, persaingan di tingkat nasional memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Karena itu, kemampuan akademik perlu diperkuat dengan kesiapan mental dan konsistensi belajar.
Taufan juga berpesan agar ketiga siswa tidak cepat berpuas diri setelah berhasil menembus tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan di tingkat Jawa Timur merupakan awal dari tantangan yang lebih besar.
“Tetap semangat. Mari kita persiapkan diri sebaik-baiknya agar bisa memberikan hasil terbaik di tingkat nasional,” pungkasnya.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi ketiga siswa dan sekolah masing-masing. Mereka kini membawa nama Bondowoso dan Jawa Timur dalam ajang kompetisi akademik tingkat nasional.
Prestasi tiga pelajar tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa talenta akademik dari daerah memiliki peluang bersaing di tingkat nasional apabila mendapat pembinaan dan dukungan yang berkelanjutan. (Rif)





