LINTASJATIM.com, Lumajang – Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Rowokangkung digelar di Pendopo Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Musda tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kelembagaan sekaligus penataan kepengurusan MUI Kecamatan Rowokangkung.
Dalam forum tersebut, Mochammad Fathurrozi atau yang akrab disapa Gus Rozi, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Nurul Chotib Rowokangkung, dipercaya menjadi Sekretaris Tim Formatur dalam Sidang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Penunjukan tersebut menempatkan Gus Rozi dalam proses penting untuk menentukan arah kepengurusan MUI Kecamatan Rowokangkung ke depan.
Gus Rozi menilai keterlibatan generasi muda pesantren dalam organisasi keumatan penting untuk menjaga keberlanjutan khidmah kepada masyarakat.
“Anak muda pesantren harus hadir, bukan hanya sebagai penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam khidmah dan kemajuan umat,” ujar Gus Rozi.
Menurutnya, Musda MUI tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara ulama dan masyarakat.
“Musda MUI Rowokangkung bukan cuma soal pergantian kepengurusan, tapi soal bagaimana ulama dan umat bisa terus connect, bersinergi, dan hadir dengan aksi nyata untuk masyarakat,” kata Gus Rozi.
Ia berharap kepengurusan MUI Kecamatan Rowokangkung ke depan mampu memperkuat sinergi antara ulama, pesantren, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan keumatan di tingkat lokal.
Gus Rozi yang juga Pengasuh PP Nurul Chotib Rowokangkung menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.





