LINTASJATIM.com, Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar pelatihan public speaking dan pembuatan konten video bagi pelaku UMKM serta pemuda di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan promosi digital, khususnya melalui media sosial seperti TikTok.
Pelatihan menyasar Produsen Hijab Gresik sebagai mitra utama. Para peserta dibekali keterampilan berbicara di depan kamera, membangun personal branding, hingga membuat konten promosi yang menarik untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.
Ketua pelaksana kegiatan, Alfira Deltra Conny Huna, mengatakan pelatihan ini disusun berdasarkan hasil observasi tim KKN terhadap kebutuhan pelaku UMKM di Desa Gumeng.
“Kami menemukan banyak pelaku UMKM di sini sebenarnya memiliki produk yang bagus, tetapi masih ragu tampil di depan kamera dan belum mengetahui cara membuat konten promosi yang menarik. Dari situ kami merancang pelatihan yang menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan dalam lima tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, penyampaian materi melalui ceramah interaktif dan demonstrasi, praktik berbicara di depan kamera serta pengambilan video produk, hingga evaluasi hasil karya peserta.
Selain mempelajari teknik dasar public speaking, seperti artikulasi, intonasi, dan bahasa tubuh, peserta juga mendapatkan materi tentang personal branding, penyusunan naskah promosi, serta pembuatan caption untuk media sosial.
Salah satu narasumber, Norman Iskandar, menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun identitas digital.
“Di media sosial, orang tidak hanya melihat produknya, tetapi juga siapa yang menyampaikannya. Konsistensi gaya bicara dan sikap akan membangun kepercayaan audiens,” katanya.
Pemilik Produsen Hijab Gresik, Hj. Nur Imamah, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan usahanya.
“Selama ini promosi kami masih sebatas foto produk. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi lebih memahami cara membuat video promosi yang menarik dan lebih percaya diri berbicara di depan kamera. Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai pelaku UMKM,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, peserta berhasil menghasilkan sejumlah video promosi sederhana yang menampilkan produk hijab asal Desa Gumeng.
Alfira berharap kemampuan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan untuk mendukung pemasaran digital UMKM secara berkelanjutan.
“Ini baru langkah awal. Yang terpenting, peserta sudah memiliki bekal dan keberanian untuk mulai membuat konten. Ke depan, kemampuan ini dapat terus dikembangkan melalui pendampingan lanjutan dan eksplorasi ide-ide kreatif untuk memajukan UMKM serta potensi pemuda desa,” pungkasnya.





