3 Jemaah Umrah Batu Masih Tertahan di Arab Saudi

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Batu, Basuki Rahmat. Sumber foto: www.detik.com
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Batu, Basuki Rahmat. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Batu – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak pada jadwal kepulangan jemaah umrah asal Kota Batu, Jawa Timur. Hingga Kamis (5/3/2026), tiga orang jemaah dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi karena kendala transportasi udara.

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu, Basuki Rahmat, memastikan kondisi para jemaah yang belum kembali tersebut tetap aman. Mereka saat ini masih menunggu jadwal penerbangan untuk pulang ke Indonesia.

“Yang satu rombongan ada sekitar lima jemaah, tapi dua sudah pulang. Tinggal tiga yang masih di sana dan kondisinya aman, semuanya aman,” ujar Basuki.

Menurutnya, tertundanya kepulangan para jemaah dipicu kesulitan mendapatkan tiket penerbangan di tengah situasi yang dinamis di wilayah Timur Tengah. Meski demikian, pihak biro perjalanan umrah telah mengupayakan solusi agar para jemaah dapat segera kembali.

“Memang ada yang waktunya pulang tapi belum bisa berangkat. Sebelumnya agak sulit mencari tiket, namun sekarang sudah mendapatkan tiket dan insyaallah segera pulang,” jelasnya.

Basuki menambahkan, sebagian besar jemaah umrah asal Kota Batu sebenarnya telah tiba di Indonesia. Berdasarkan data Kemenag, sebanyak 21 jemaah dari dua biro perjalanan telah mendarat pada Rabu malam, sementara 23 jemaah lainnya dijadwalkan tiba pada siang hari ini.

“Alhamdulillah mayoritas sudah sampai di tanah air. Termasuk Kepala Kemenag Kota Batu yang juga berangkat umrah sudah pulang dan saat ini berada di Bojonegoro,” ungkapnya.

Di sisi lain, rencana keberangkatan 12 jemaah asal Kota Batu untuk program umrah Lailatul Qadar yang semula dijadwalkan pada 5 Maret 2026 juga mengalami penundaan. Penundaan tersebut merupakan keputusan dari pihak travel menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

“Ada 12 jemaah yang punya program Lailatul Qadar. Rencananya berangkat minggu ini, tapi pihak travel berinisiatif menunda dulu keberangkatannya,” katanya.

Meski situasi geopolitik memanas, Basuki menyebut kondisi di Makkah untuk pelaksanaan ibadah umrah masih tergolong kondusif. Karena itu, masyarakat diminta tidak terlalu khawatir.

“Kalau dilihat dari media sosial memang terkesan genting, tapi semua jemaah insyaallah aman,” pungkasnya.

Pos terkait