Santri Nurul Qarnain Raih Juara 2 MQK Jatim

Zaky Faizal Huda Raih Juara 2 Kitab Safinatun Najah.
Zaky Faizal Huda Raih Juara 2 Kitab Safinatun Najah.

LINTASJATIM.com, Jember – Santri Madrasah Muadalah Tsanawiyah Nurul Qarnain, Baletbaru, Sukowono, Jember, Zaky Faizal Huda, meraih Juara 2 Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.

Zaky berhasil menjadi runner-up pada cabang Kitab Safinatun Najah dalam ajang yang mempertemukan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Kompetisi tersebut digelar di Pondok Pesantren An-Nur Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Capaian tersebut menjadi buah dari proses panjang Zaky dalam mendalami tradisi keilmuan pesantren, khususnya membaca, memahami, dan mengkaji kitab kuning.

Di tengah persaingan santri dari berbagai daerah di Jawa Timur, Zaky mampu menunjukkan penguasaan terhadap Safinatun Najah, kitab fikih dasar yang banyak digunakan dalam pembelajaran hukum-hukum ibadah di pesantren.

MQK tidak sekadar menguji kemampuan membaca kitab. Peserta juga dituntut memahami kandungan teks, menguasai materi, serta menjelaskan persoalan yang berkaitan dengan kajian kitab.

Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam kompetisi yang menempatkan khazanah keilmuan Islam sebagai materi utama perlombaan.

Zaky hadir membawa nama Madrasah Muadalah Tsanawiyah Nurul Qarnain sekaligus Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Prestasinya mencerminkan proses pendidikan dan pembelajaran kitab yang berlangsung di lingkungan pesantren.

Perjalanan menuju podium juara tidak diraih secara instan. Ada proses belajar, pendalaman materi, latihan, bimbingan, dan ketekunan yang dilakukan untuk menguasai kitab yang menjadi bidang perlombaannya.

Safinatun Najah sendiri membahas berbagai persoalan fikih dasar, terutama berkaitan dengan hukum ibadah. Penguasaannya membutuhkan ketelitian dalam membaca teks sekaligus pemahaman terhadap kandungan materi.

Prestasi Zaky menjadi semakin istimewa karena diraih pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di tengah perayaan kemerdekaan, santri asal Jember tersebut menorehkan prestasi melalui jalur keilmuan pesantren.

Dari Baletbaru, Sukowono, Zaky mampu bersaing di tingkat Jawa Timur dan membawa nama daerah, madrasah, serta pesantrennya ke panggung kompetisi antarsantri tingkat provinsi.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi pesantren memiliki ruang luas untuk melahirkan generasi berprestasi. Kajian kitab yang menjadi bagian dari keseharian santri dapat menjadi bekal untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi Zaky juga hadir bersamaan dengan capaian santri Nurul Qarnain lainnya, Zahraana Aulia Fauzi, yang meraih Juara 2 MQK Tingkat Provinsi Jawa Timur pada cabang Kitab Aqidatut Awam.

Pihak Pondok Pesantren Nurul Qarnain mengapresiasi prestasi yang diraih Zaky. Capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kemenangan, tetapi menjadi motivasi untuk terus mencintai dan mengembangkan tradisi keilmuan Islam.

“Semoga prestasi ini menjadi keberkahan, menambah kecintaan terhadap khazanah keilmuan Islam, serta menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” demikian apresiasi pihak pesantren.

Bagi Nurul Qarnain, prestasi Zaky menjadi hadiah istimewa pada momentum kemerdekaan. Capaian itu lahir dari ketekunan mempelajari kitab dan proses pendidikan yang dijalani secara konsisten.

Juara 2 MQK Jawa Timur menjadi bukti bahwa ketekunan, kedisiplinan, dan penguasaan ilmu dapat mengantarkan santri dari pesantren daerah tampil di panggung provinsi.

Bagi Zaky, medali tersebut bukan sekadar simbol kemenangan. Prestasi itu menjadi jejak perjalanan keilmuan sekaligus bukti bahwa tradisi pesantren mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan siap bersaing lebih luas. (Rif)

Pos terkait