LINTASJATIM.com, Surabaya – Ancaman gelombang tinggi dan cuaca buruk selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menjadi perhatian PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero. Perusahaan pelayaran milik negara tersebut memastikan armada kapalnya siap menghadapi kondisi gelombang hingga ketinggian 4 meter.
Dikutip dari detikJatim.com, Sekretaris Perusahaan PT Pelni (Persero), Ditto Pappilanda, mengatakan kesiapan menghadapi musim hujan menjadi bagian dari persiapan angkutan laut selama periode Nataru.
Untuk menjaga keselamatan pelayaran, Pelni terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, pemantauan cuaca dilakukan sebelum kapal diberangkatkan maupun selama perjalanan. Setiap nakhoda juga diwajibkan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca di jalur pelayaran masing-masing.
“Setiap nakhoda sebelum berangkat pasti memperhatikan kondisi cuaca di jalur yang akan dilalui. Di kantor pusat pun kita dilengkapi dengan ruang komando untuk memonitor kondisi cuaca di seluruh perairan di Indonesia,” kata Ditto, Minggu (8/11/2026).
Ditto menjelaskan, konstruksi kapal Pelni yang berukuran besar mendukung kemampuan armada dalam menghadapi kondisi perairan dengan gelombang tertentu.
“Jadi dengan konstruksi kapal juga yang cukup besar insyaallah kita bisa melewati perubahan cuaca kurang lebih dengan gelombang 2 sampai 4 meter lah. Itu masih aman untuk kapal Pelni,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelni memperkirakan jumlah penumpang selama libur akhir tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai 5 hingga 6 persen. Ditto menilai kondisi transportasi udara dan keterbatasan pilihan moda transportasi turut mendorong masyarakat menggunakan angkutan laut.
“Saat ini yang di kondisi sekitar 5 sampai 6% dari tahun kemarin ada peningkatan. Melihat kondisi moda transportasi udara dan terbatasnya moda transportasi yang ada saat ini,” jelasnya.
Untuk tujuan perjalanan, wilayah Indonesia Timur diperkirakan masih menjadi favorit penumpang. Sejumlah daerah yang banyak dituju antara lain Ambon hingga Papua.
Pelni juga memperkirakan lonjakan penumpang mulai terjadi sekitar dua pekan sebelum Natal, dengan periode paling ramai berlangsung menjelang perayaan tersebut.
“Jadi 1 minggu sebelum Natal itu puncak-puncaknya masyarakat menggunakan kapal laut,” pungkas Ditto.





