LINTASJATIM.com, Trenggalek – Rencana aksi damai Perserikatan Pekerja Sekolah Rakyat Trenggalek di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek batal digelar pada Rabu (28/10/2026). Pembatalan dilakukan setelah kedua belah pihak menjalani mediasi.
Sebelumnya, beredar surat pemberitahuan aksi damai bernomor 001/SP/OCT/2026 yang ditujukan kepada Kepala Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek. Surat tersebut berisi rencana penyampaian aspirasi terkait transparansi pembayaran kepada subkontraktor dan pekerja dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek.
Koordinator Aksi Damai Perserikatan Pekerja Sekolah Rakyat Trenggalek, Rizki Alfa G, menyampaikan bahwa aksi tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu (28/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek.
Dalam surat pemberitahuan itu, Rizki menjelaskan bahwa aksi damai bertujuan menyampaikan aspirasi kepada manajemen Sekolah Rakyat Trenggalek, khususnya mengenai keterbukaan pembayaran kepada subkontraktor dan pekerja.
“Aksi ini berkaitan dengan kebutuhan transparansi pembayaran kepada subkontraktor dan pekerja dalam pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek,” terang Rizki, Rabu (28/10/2026).
Pihaknya juga menyatakan komitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan ketertiban umum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, HSE Nindya Karya, Arif, membenarkan adanya rencana aksi tersebut. Namun, ia memastikan aksi tidak jadi dilaksanakan karena telah ada mediasi antara kedua belah pihak.
“Sudah ada mediasi, Pak, jadi tidak ada aksi untuk hari ini,” jelas Arif melalui pesan singkat.
Arif menambahkan, mediasi tersebut dilakukan oleh Site Engineer Manager Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Alivio Adiguna Akbar.
“Bisa hubungi ini ya, Pak, beliau yang mediasi. Soalnya saya sudah tidak di Trenggalek,” tutupnya.
Meski rencana aksi telah dibatalkan, persoalan transparansi pembayaran kepada subkontraktor dan pekerja menjadi pokok aspirasi yang sebelumnya hendak disampaikan oleh Perserikatan Pekerja Sekolah Rakyat Trenggalek.





