LINTASJATIM.com, Jember – SMP Nurul Qarnain kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sebanyak delapan siswa sekolah tersebut meraih medali dalam berbagai kompetisi akademik pada periode September–Oktober, mencakup bidang Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Pancasila.
Wakil Kepala SMP Nurul Qarnain Bidang Kesiswaan, Wildan Miftahussurur, menegaskan bahwa sekolah berkomitmen mendukung setiap siswa untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi sesuai minat serta kemampuannya.
“Kami sangat mendukung siswa berprestasi di bidang apa pun, asalkan ada kemauan dan kesungguhan. Setiap anak memiliki potensi berbeda. Tugas sekolah adalah memberikan ruang, dukungan, dan pendampingan agar potensi itu berkembang secara maksimal,” tegas Wildan.
Salah satu prestasi diraih Mellysatol Qomariyah yang berhasil memperoleh medali emas dalam Olimpiade Matematika Nasional (OMN) Season 2. Kompetisi yang diselenggarakan PT Mentari Competition Indonesia tersebut berlangsung pada 28 Juni 2026.
Di bidang Bahasa Indonesia, Muhammad Esa Aryasatya meraih medali perunggu. Sementara itu, Ahmad Nur Rizky Oktiono dan Nadhifa Kaira Ramadhani masing-masing memperoleh medali perak. Aulia’us Sofiah juga menyumbangkan medali perunggu dalam olimpiade Bahasa Indonesia tingkat nasional.
Prestasi berikutnya diraih Maulana Muhamad Alif Alfiansyah dengan medali perak pada Olimpiade Pendidikan Agama Islam. Zubayda Al-Dzakiya meraih medali perunggu pada Olimpiade Bahasa Inggris, sedangkan Zidnie Kinanty Azkia memperoleh medali perunggu pada Olimpiade Pendidikan Pancasila tingkat nasional.
Wildan menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berprestasi melalui bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh.
“Kami tidak sekadar mencari juara, tetapi ingin memupuk mental juara dalam diri siswa. Tidak sedikit siswa kami yang sudah berjuang mengikuti kompetisi, tetapi belum berhasil memperoleh medali. Mereka tetap harus diapresiasi karena keberanian mencoba dan kesediaan berproses merupakan bagian penting dari pembelajaran,” ungkapnya.
Menurut Wildan, kegagalan dalam kompetisi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kemampuan.
“Kalau belum menang, jangan menyerah. Jadikan kekalahan sebagai pelajaran dan pengalaman untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya. Menang harus disyukuri, sedangkan ketika kalah, kita harus belajar. Itulah mental juara yang ingin kami tanamkan: berani mencoba, disiplin berlatih, dan tidak mudah menyerah,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi juga menjadi sarana untuk membangun tanggung jawab, kedisiplinan belajar, dan ketangguhan siswa dalam menghadapi tantangan. Karena itu, sekolah berupaya memberikan dukungan kepada seluruh siswa, baik yang telah meraih penghargaan maupun yang masih berproses mengembangkan kemampuannya.
Melalui berbagai capaian tersebut, SMP Nurul Qarnain berharap semakin banyak siswa berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan potensi terbaik mereka.
Bagi sekolah, medali merupakan kebanggaan. Namun, keberanian mencoba, kemauan untuk terus belajar, dan ketangguhan menghadapi kegagalan juga menjadi bagian penting dari keberhasilan yang ingin ditanamkan kepada setiap siswa.





