Antrean BBM Jember Mengular, DPRD Kritik Pertamina

Antrean BBM di SPBU Jember. Sumber foto: www.detik.com
Antrean BBM di SPBU Jember. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Jember – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali memanjang dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut bahkan membuat antrean meluber hingga bahu jalan dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Situasi ini dikeluhkan masyarakat, terutama saat jam sibuk pada pagi dan sore hari. Warga mengaku harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, salah seorang warga, Firman, mengatakan kepadatan antrean sudah dirasakannya sejak sekitar satu minggu terakhir. Menurutnya, situasi semakin parah ketika aktivitas masyarakat sedang tinggi.

“Antrean kembali padat sepertinya sudah satu mingguan. Apalagi saat jam aktif pagi atau sore, itu juga kadang menyebabkan jalanan terganggu,” katanya, Kamis (15/10/2026).

Ia bahkan pernah mengantre sekitar satu jam, tetapi gagal mendapatkan Pertalite karena persediaan di SPBU yang didatanginya telah habis.

“Kapan hari saya ikut antre, sekitar satu jam-an. Tapi saya nggak kebagian karena stok di SPBU sudah habis,” ujarnya.

DPRD Soroti Respons Pertamina

Keluhan tersebut turut mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto. Ia menilai antrean BBM yang terjadi di Jember perlu dilihat sebagai persoalan yang lebih luas, bukan semata-mata kendala pengiriman dari Banyuwangi.

Menurutnya, munculnya antrean di sejumlah daerah mengindikasikan adanya persoalan distribusi yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

“Sederhananya kami membaca bahwa ini bukan persoalan hanya proses pengiriman yang dari Banyuwangi, jadi ini problem mungkin bahkan nasional,” ungkap Widarto.

Ia juga mengkritik langkah komunikasi Pertamina yang dinilai belum cukup antisipatif dalam menghadapi potensi gangguan distribusi. Menurutnya, masyarakat seharusnya mendapatkan informasi sebelum perubahan distribusi berdampak pada pelayanan di SPBU.

“Harusnya Pertamina melakukan mitigasi dan melakukan sosialisasi sebelum terjadinya kejadian yang menyebabkan antrean panjang di SPBU itu,” paparnya.

Widarto berharap Pertamina lebih proaktif menyampaikan perkembangan kondisi pasokan dan distribusi BBM kepada pemerintah daerah maupun masyarakat.

Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat memahami situasi sebenarnya dan mengantisipasi kemungkinan gangguan saat membeli BBM.

“Sehingga masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya dan kemudian bisa mengantisipasinya,” tambahnya.

Pertamina Sebut Distribusi BBM Disesuaikan

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa antrean kendaraan berkaitan dengan penyesuaian pola distribusi BBM.

Ia menyebut dinamika geopolitik global turut memengaruhi jadwal kedatangan kapal tanker sehingga berdampak pada pola penyaluran bahan bakar di sejumlah wilayah.

Meski terjadi penyesuaian distribusi, Pertamina menegaskan tidak ada pengurangan pengiriman BBM dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya,” tandas Ahad.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Pertamina atas antrean yang terjadi. Namun, masyarakat masih berharap distribusi BBM kembali lancar agar waktu tunggu di SPBU tidak semakin panjang dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Pos terkait