Gelombang 2,5 Meter Intai Perairan Jatim

Ilustrasi gelombang laut. Sumber foto: www.detik.com
Ilustrasi gelombang laut. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Sejumlah wilayah perairan Jawa Timur berpotensi diterjang gelombang hingga 2,5 meter dalam tiga hari ke depan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung pada 4-7 Oktober 2026.

Dikutip dari detikJatim.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim memprakirakan tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Jatim.

Bacaan Lainnya

Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Perairan Gresik bagian utara, Perairan Utara Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Ancaman gelombang serupa juga berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Sapudi bagian utara dan selatan serta Perairan Kepulauan Kangean bagian utara, timur, dan selatan.

Di wilayah selatan Jatim, gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Situbondo bagian timur, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan kondisi angin turut memengaruhi peningkatan gelombang di perairan Jatim.

“Secara umum kondisi angin di wilayah Perairan Jawa Timur didominasi dari arah timur-tenggara dengan kecepatan antara 6-24 knots,” ujar Sutarno saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2026).

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah perairan Jatim secara umum diprakirakan berawan. BMKG meminta masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut dan nelayan, meningkatkan kewaspadaan.

Nelayan dengan perahu kecil disarankan berhati-hati ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Adapun kapal tongkang perlu meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

BMKG juga meminta masyarakat tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.

“Selalu ikuti informasi terkini dari BMKG sebelum beraktivitas,” pungkas Sutarno.

Pos terkait