LINTASJATIM.com, Surabaya – Sebanyak 178 orang di RSUD dr Soetomo, Surabaya, mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan pada Senin (29/9/2026). Mereka terdiri dari 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan enam karyawan rumah sakit.
Dugaan tersebut mencuat setelah ratusan orang mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan dalam rangkaian kegiatan pra-pendidikan PPDS. Menu dalam makanan tersebut antara lain telur rebus, sayuran, acar, dan rendang.
Dikutip dari detikJatim.com, Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan salah satu lauk diduga menjadi sumber keluhan. Namun, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
“Menunya, saya kalau enggak salah ada telur rebus, sayur, acar, dan daging ya, jadi rendang,” kata Cita kepada wartawan di RSUD dr Soetomo, Selasa (29/9/2026).
Menurut Cita, peserta yang mengonsumsi makanan vegetarian dilaporkan tidak mengalami keluhan. Kondisi tersebut membuat daging menjadi salah satu dugaan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
“Jadi kalau dari kawan-kawan yang vegetarian, yang makan telur dan sayur itu aman. Mungkin, mungkin dari pengolahan daging, mungkin. Tapi kita tentu tidak bisa memastikan sebelum ada hasil lab. Jadi itu hanya dugaan,” jelasnya.
Cita menegaskan makanan yang dikonsumsi bukan disajikan secara prasmanan. Makanan telah dikemas dalam kotak sebelum dibagikan kepada peserta dan pekerja.
Ia juga meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyimpulkan penyebab keluhan yang dialami para peserta PPDS dan karyawan.
“Kotakan. Jadi untuk terkait dengan (keracunan), jadi sekarang masih namanya keluhan yang diduga disebabkan oleh makanan. Kita tentu tidak bisa berandai-andai sebelum ada hasil laboratorium,” tegas Cita.
Hingga kini, rumah sakit masih memantau kondisi para pasien. Cita belum dapat memastikan kapan hasil pemeriksaan laboratorium akan keluar.
Sementara itu, Koordinator Media dan Branding PHMP Unair, Gesang Manggala, memastikan makanan tersebut tidak disiapkan oleh dapur Fakultas Kedokteran Unair. Konsumsi peserta dipesan dari penyedia makanan eksternal.
“Bisa kami pastikan bahwa makanannya bukan berasal dari dapur FK Unair sebagai institusi, tapi dari penyedia pihak luar,” ujar Gesang.
Kegiatan pra-pendidikan PPDS berlangsung sejak 7 September hingga 2 Oktober 2026. Unair kini melakukan koordinasi untuk menelusuri penyedia makanan yang digunakan selama kegiatan tersebut.
Gesang menjelaskan pihaknya tidak hanya menggunakan satu penyedia makanan karena kebutuhan konsumsi dalam kegiatan institusi dapat melibatkan sejumlah vendor.
“Tidak juga (vendor makanan yang sama), karena sebagai sebuah institusi kami tidak boleh kemudian bekerja sama dengan hanya satu penyedia saja. Tentunya ada beberapa,” jelasnya.
Terkait identitas penyedia makanan yang dikonsumsi saat kejadian, Unair masih melakukan penelusuran.
“Kami belum tahu kalau untuk informasi detail tentang penyedianya. Mohon waktu, mohon izin kami nanti koordinasi lagi,” pungkas Gesang.





