LINTASJATIM.com, Bondowoso – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bondowoso (UNIBO) di Kecamatan Tlogosari menjalankan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya sektor UMKM dan layanan publik berbasis digital.
Rangkaian pengabdian tersebut ditutup dengan penarikan mahasiswa KKN di Pendopo Kecamatan Tlogosari, Selasa (8/9/2026). Kegiatan itu dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Tlogosari, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bondowoso, serta perwakilan mahasiswa.
Salah satu fokus KKN tahun ini adalah membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perubahan pola transaksi dan promosi di era digital.
Mahasiswa mendampingi sejumlah pelaku usaha untuk mengenal penggunaan QRIS, membuat akun media sosial usaha, hingga menambahkan lokasi usaha ke Google Maps.
Langkah tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menemukan produk dan lokasi usaha, sekaligus membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan promosi.
Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, mengatakan program KKN 2026 memang diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Peserta KKN sudah menyelesaikan beberapa program kerja yang tentu mendorong tema KKN tahun 2026 ini, yakni digitalisasi. Seperti pembuatan website di Desa Jebung Kidul, pembuatan QRIS di beberapa UMKM, pendaftaran BPJS melalui Mobile JKN, penambahan titik koordinat Google Maps bagi pelaku UMKM, workshop literasi digital, pendampingan pembuatan akun media sosial UMKM, dan beberapa kegiatan lainnya yang menjadi kegiatan penunjang,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, mahasiswa juga mendampingi masyarakat dalam mengakses layanan publik secara digital. Salah satunya melalui pendaftaran BPJS menggunakan aplikasi Mobile JKN.
Masyarakat diperkenalkan dengan pemanfaatan layanan digital sehingga proses administrasi kesehatan dapat dilakukan secara lebih mudah dan mandiri.
Program tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dimulai dari berbagai persoalan sederhana yang ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaku usaha yang sebelumnya belum terbiasa dengan pembayaran digital mendapat pendampingan. Masyarakat yang belum memahami layanan digital memperoleh penjelasan, sementara pemerintah desa mendapat dukungan dalam pemanfaatan media berbasis teknologi.
Mewakili Camat Tlogosari, Yayuk mengapresiasi keberadaan mahasiswa KKN UNIBO di wilayah tersebut.
“Terima kasih sudah menjadikan Kecamatan Tlogosari sebagai tempat pelaksanaan KKN. Semoga apa yang telah dikerjakan bermanfaat untuk masyarakat dan menjadi keberkahan bagi semuanya,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa, pelaksanaan KKN menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi secara langsung di tengah masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yuda Yuliyanto, mengatakan pengalaman selama KKN harus menjadi bekal mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian sosial.
“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata. Jadikan pengalaman selama KKN sebagai bekal untuk terus membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab sebagai insan akademik,” tuturnya.
Menurut Yuda, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program yang telah dirancang, tetapi juga harus mampu membaca kondisi masyarakat selama berada di lapangan.
Kemampuan berkomunikasi dengan perangkat desa, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mahasiswa juga dituntut mampu menjelaskan teknologi dengan bahasa sederhana dan menyesuaikan program dengan kebutuhan warga.
Sementara bagi masyarakat, berbagai program yang telah diberikan diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKN.
Pendampingan digital terhadap UMKM, misalnya, akan memberikan manfaat lebih besar apabila pelaku usaha terus menggunakan dan mengembangkan akun serta layanan yang telah dibuat.
Begitu pula website desa dan berbagai layanan digital lainnya membutuhkan pengelolaan berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti sebagai produk KKN.
Karena itu, penarikan mahasiswa bukan berarti seluruh proses pengabdian berakhir. Masyarakat diharapkan dapat melanjutkan pengetahuan dan memanfaatkan fasilitas yang telah diperkenalkan selama KKN.
Melalui KKN 2026, Universitas Bondowoso berupaya menjadikan pengabdian sebagai ruang pertemuan antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa belajar dari realitas sosial, sedangkan masyarakat memperoleh pengetahuan dan pendampingan.
Rangkaian kegiatan di Kecamatan Tlogosari pun meninggalkan sejumlah manfaat, mulai dari pelaku UMKM yang mengenal pembayaran digital, usaha yang hadir di Google Maps dan media sosial, hingga masyarakat yang mendapat pendampingan layanan publik.
Keberhasilan KKN pada akhirnya tidak hanya diukur dari kegiatan selama mahasiswa berada di desa, tetapi juga dari manfaat yang tetap dirasakan setelah mereka kembali ke kampus.
Jika pengetahuan terus digunakan, fasilitas dikelola, dan masyarakat mampu mengembangkan program yang telah dimulai, maka pengabdian mahasiswa benar-benar meninggalkan jejak yang berkelanjutan di tengah masyarakat Tlogosari. (Rif)





