Festival Jagat Nganjuk Ajak Jaga Bumi

Festival Jagat Nganjuk, Bersama Menjaga Bumi, Merawat Kehidupan.
Festival Jagat Nganjuk, Bersama Menjaga Bumi, Merawat Kehidupan.

LINTASJATIM.com, Nganjuk – Jaringan Gusdurian Nganjuk menggelar Festival Jagat: Jaga Bumi, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat toleransi, kemanusiaan, dan kebersamaan lintas agama.

Koordinator Jaringan Gusdurian Nganjuk, Ning Fatma, mengatakan Festival Jagat tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Bacaan Lainnya

“Menjaga bumi bukan hanya tugas satu agama atau satu kelompok. Bumi adalah rumah kita bersama, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk merawat dan menjaganya,” ujar Ning Fatma.

Festival Jagat dikemas melalui berbagai kegiatan, mulai dari nonton bareng film bertema lingkungan, diskusi panel lintas agama, penampilan musik akustik, hingga stand-up comedy.

Diskusi panel menghadirkan KH Solikin dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nganjuk yang menyampaikan perspektif Islam. Hadir pula Mangku Damri dari Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Bajulan, dalam perspektif Hindu, serta Romo Dadang dari Gereja Katolik St. Paulus dalam perspektif Katolik.

Diskusi tersebut dipandu Yuanita, penggerak literasi Nganjuk. Para narasumber mengajak peserta melihat persoalan lingkungan tidak hanya sebagai isu ekologis, tetapi juga berkaitan dengan kemanusiaan, agama, budaya, dan kearifan lokal.

Mangku Damri turut berbagi mengenai kearifan masyarakat dalam menjaga alam, termasuk tradisi menjaga mata air melalui slametan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap alam.

Suasana festival semakin semarak dengan penampilan musik akustik dari SMP Katolik. Penampilan tersebut menjadi ruang ekspresi seni dan kreativitas generasi muda dalam kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Hiburan juga diisi stand-up comedy dari Standup Indo Nganjuk. Penampilan tersebut menghadirkan suasana santai dan hangat sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antarpeserta.

Komitmen Bersama Menjaga Alam

Salah satu rangkaian penting Festival Jagat adalah penandatanganan Komitmen Bersama Menjaga Alam. Kegiatan tersebut menjadi simbol kesepakatan berbagai komunitas, organisasi, lembaga pendidikan, dan kelompok lintas agama untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

Komitmen tersebut diikuti berbagai elemen, di antaranya Gusdurian, MLKI, TAO, SMKN 2 Nganjuk, SMPK, Wanita Katolik, Hindu, SMK Kosgoro, FKUB, WKRI, Ansor, Pemuda Muhammadiyah, BEM UPDN, Ahmadiyah, Kopling, Forum TBM Nganjuk, Kota Sejuk, BEM ITM, Fatayat NU Nganjuk, PC IPNU-IPPNU Nganjuk, Pemuda Katolik, GKJW, Karina, Rumah Doa GSJA Kanaan, dan GKJW Aditiyo.

Keberagaman peserta menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik temu bagi masyarakat dengan perbedaan keyakinan, organisasi, maupun latar belakang.

Perbedaan tidak menjadi penghalang, tetapi justru dapat menjadi kekuatan untuk membangun gerakan bersama dalam menjaga lingkungan.

Melalui Festival Jagat, Jaringan Gusdurian Nganjuk berharap semangat menjaga alam tidak berhenti pada diskusi dan penandatanganan komitmen. Gerakan tersebut diharapkan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Festival Jagat menjadi ruang pertemuan agama, seni, budaya, humor, dan gerakan lingkungan dalam semangat kebersamaan.

Bumi merupakan rumah bersama. Menjaga bumi berarti menjaga kehidupan sekaligus masa depan generasi mendatang.

Festival Jagat: berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kemanusiaan, bersama menjaga bumi. (Bro J)

Pos terkait