Festival Jagat Gusdurian Nganjuk Digelar 6 September

Festival Jagat Jaringan Gusdurian Nganjuk Digelar 6 September 2026.
Festival Jagat Jaringan Gusdurian Nganjuk Digelar 6 September 2026.

LINTASJATIM.com, Nganjuk – Jaringan Gusdurian Nganjuk akan menggelar Festival Jagat pada Minggu (6/9/2026) di Balai Pertemuan Gereja Katolik St. Paulus, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 61, Nganjuk.

Festival tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas agama, kepercayaan, komunitas, dan generasi muda dengan mengangkat isu ekologi, kemanusiaan, serta keberagaman.

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab Jaringan Gusdurian Nganjuk, Agustinus Kaka, mengatakan konsep dan rangkaian kegiatan Festival Jagat telah dipersiapkan melalui sejumlah pertemuan bersama panitia.

Kegiatan tersebut rencananya diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, seperti pemeluk agama dan kepercayaan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga pendidikan, serta generasi muda di Kabupaten Nganjuk.

Rangkaian acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan registrasi peserta. Pembukaan dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Sembilan Nilai Gus Dur dan sambutan Ketua Koordinator Jaringan Gusdurian Nganjuk.

Peserta kemudian akan mengikuti sejumlah agenda, di antaranya penampilan musik akustik SMPK, pemutaran film ‘Jaga Bumi’, serta stand up comedy oleh Suharmali dari Stand Up Indo Nganjuk.

Festival juga menghadirkan diskusi panel yang membahas isu ekologi dan masa depan bumi. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus meningkatkan kepedulian peserta terhadap persoalan lingkungan.

Selain diskusi, peserta akan diajak menyusun Komitmen Bersama Menjaga Bumi sebagai bentuk kesepakatan untuk mendorong kepedulian dan tindakan nyata terhadap kelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Doa Lintas Agama dan Kepercayaan yang melibatkan perwakilan agama dan kepercayaan yang hadir.

Jaringan Gusdurian Nganjuk berharap Festival Jagat dapat menjadi ruang perjumpaan yang inklusif untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.

Kegiatan tersebut juga diharapkan membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh umat manusia, tanpa membedakan latar belakang agama, kepercayaan, maupun komunitas.

Festival Jagat mengusung semangat ‘Merawat Bumi, Merawat Kehidupan’ dengan pesan ‘Beda Iman, Satu Bumi, Bersama Menjaga Kehidupan’.

Pos terkait