Angin Kencang Hentikan Water Bombing Gunung Buthak

Helikopter yang baru saja selesai melakukan water bombing kebakaran hutan. Sumber foto: www.detik.com
Helikopter yang baru saja selesai melakukan water bombing kebakaran hutan. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Malang – Upaya pemadaman kebakaran hutan di Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, kembali menghadapi kendala. Operasi water bombing menggunakan helikopter dihentikan sementara pada Sabtu (5/9/2026) siang karena embusan angin semakin kencang.

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, penghentian operasi udara dilakukan setelah helikopter menjalankan sejumlah penerbangan sejak pagi.

Bacaan Lainnya

Sebelum dihentikan, helikopter telah melakukan delapan kali water bombing dengan total 8.000 liter air untuk menekan kobaran api di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Helikopter water bombing telah melakukan bombing sebanyak delapan kali atau sama dengan delapan ribu liter air,” kata Sadono kepada awak media, Sabtu.

Menurut Sadono, kondisi angin di kawasan pegunungan menjadi pertimbangan utama dalam menghentikan sementara operasi udara. Keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko terhadap keselamatan penerbangan.

“Water bombing sudah dilakukan sejak pagi hingga siang. Update terkini water bombing dihentikan sementara karena kondisi angin cukup kencang,” ujarnya.

Kebakaran di petak 100 Gunung Buthak sebelumnya terdeteksi pada Selasa (1/9/2026). Api sempat membakar sekitar 15 hektare lahan sebelum berhasil dikendalikan.

Namun, kobaran api kembali terlihat pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Tiupan angin kencang membuat api kembali berkembang dan bergerak menuju sisi barat serta selatan kawasan gunung.

Setelah operasi udara dihentikan, pemadaman dilanjutkan melalui jalur darat. Puluhan personel gabungan dari Perhutani, LMDH, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Malang dan Kota Batu, serta relawan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan penyisiran.

Petugas juga terus memantau perkembangan api untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik kebakaran baru. Sebab, vegetasi kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.

Sadono menyebut keselamatan personel menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran tersebut. Jika kondisi angin semakin berbahaya, petugas di lapangan akan ditarik dari lokasi.

“Saat ini puluhan personel gabungan melaksanakan pemadaman darat serta pemantauan. Dengan kondisi kecepatan angin cukup kencang, maka tidak menutup kemungkinan tim akan ditarik demi keselamatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, angin kencang juga berpotensi membuat api kembali menyala dan memperluas wilayah terdampak.

“Kendala yang dihadapi sejauh ini adalah kondisi angin cukup kencang mengakibatkan potensi api kembali menyala dan dikhawatirkan merambat ke arah barat daya atau ke arah puncak,” ungkap Sadono.

BPBD Kabupaten Malang akan melakukan observasi lanjutan pada Minggu (6/9/2026) untuk mengetahui perkembangan kondisi kebakaran dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Rencana besok akan dilaksanakan observasi lanjutan,” katanya.

Untuk mencegah risiko terhadap pendaki maupun wisatawan, akses pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong masih ditutup total hingga kondisi dinyatakan aman.

Pos terkait