Mahasiswa UM Kembangkan Gim untuk Latih Fokus Anak ADHD

Mahasiswa UM Ciptakan Solusi untuk Melatih Fokus Anak Hiperaktif dengan Gim Digital berbasis Aktivitas Fisik.
Mahasiswa UM Ciptakan Solusi untuk Melatih Fokus Anak Hiperaktif dengan Gim Digital berbasis Aktivitas Fisik.

LINTASJATIM.com, Malang – Berangkat dari keterbatasan media latihan fokus bagi anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH/ADHD), mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan ATTENIX.

ATTENIX merupakan inovasi gim digital interaktif yang dirancang untuk membantu melatih fokus anak usia 4–6 tahun. Inovasi tersebut dikemas dalam bentuk media box kit yang dapat digunakan dengan pendampingan orang tua.

Bacaan Lainnya

Inovasi ini dikembangkan tim mahasiswa UM yang diketuai Nur Mukhammad Khilmi melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Program tersebut merupakan salah satu skema dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

ATTENIX dikembangkan sebagai alternatif media latihan fokus yang interaktif, praktis, dan dapat digunakan bersama orang tua. Keterbatasan akses terhadap layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak menjadi salah satu latar belakang pengembangan inovasi tersebut.

Berbeda dari gim digital pada umumnya, ATTENIX menggabungkan permainan digital, aktivitas fisik, dan permainan sensorik dalam satu rangkaian latihan.

Ketika fokus anak mulai menurun saat bermain gim, anak diarahkan melakukan aktivitas fisik sederhana sebelum kembali melanjutkan permainan. Pendekatan ini disebut Focus–Break–Reengage.

Konsep tersebut memberikan jeda aktivitas ketika fokus anak mulai menurun, kemudian mengarahkannya untuk kembali terlibat dalam permainan. ATTENIX juga dikembangkan dengan prinsip Applied Behavior Analysis (ABA) untuk mendukung pembentukan perilaku fokus.

ATTENIX memiliki tiga tingkatan, yakni Explorer, Adventurer, dan Master. Setiap tingkatan dirancang untuk menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan kemampuan anak.

Peran orang tua menjadi bagian penting dalam penggunaan ATTENIX. Melalui panduan yang disediakan, orang tua dapat mendampingi anak selama menjalankan aktivitas.

Dengan demikian, latihan tidak hanya mengandalkan perangkat digital, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dan aktivitas fisik antara anak dengan lingkungan sekitarnya.

Ketua Tim ATTENIX, Nur Mukhammad Khilmi, mengatakan inovasi tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan yang ditemukan di masyarakat.

“ATTENIX Kit bukan hanya sebuah produk, tetapi juga menjadi bentuk nyata bagaimana kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang ada di masyarakat,” tutur Nur Mukhammad Khilmi.

Melalui PKM-K yang didanai Belmawa, tim mengembangkan gagasan tersebut mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan produk, pengembangan gim digital, hingga penyusunan model bisnis dan strategi pemasaran.

Ke depan, ATTENIX diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media pendamping yang interaktif, adaptif, dan lebih mudah diakses untuk mendukung latihan fokus anak dengan GPPH.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa UM menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa tidak hanya berhenti pada kompetisi gagasan. PKM juga dapat menjadi ruang untuk mengubah persoalan di masyarakat menjadi solusi yang memiliki manfaat nyata.

Tim Pengembang ATTENIX:
Nur Mukhammad Khilmi, Diska Putri Rismadanti, Nurlaila Mutiara Ningsih, Nirmala Anugrah Firdausy, dan Saskia Wahyutama.

Pos terkait