LINTASJATIM.com, Bondowoso – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bondowoso Posko 3 memetakan 37 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jebung Lor, Kabupaten Bondowoso.
Pemetaan tersebut dilakukan untuk membangun basis data potensi ekonomi desa sekaligus mendorong pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pemasaran.
Mahasiswa mendatangi satu per satu lokasi usaha dan berdialog langsung dengan pemilik UMKM. Informasi yang dihimpun meliputi jenis usaha, produk, proses produksi, pemasaran, hingga berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Selain mendata profil usaha, mahasiswa juga mencatat titik koordinat lokasi UMKM menggunakan Google Maps. Langkah tersebut diharapkan membuat lokasi usaha lebih mudah ditemukan masyarakat maupun calon konsumen.
Pemetaan digital dinilai dapat menjadi bagian dari upaya membangun basis data UMKM desa yang lebih terstruktur. Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun program pengembangan ekonomi sesuai kondisi dan kebutuhan pelaku usaha.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menemukan karakteristik UMKM yang beragam. Perbedaan jenis produk, pola produksi, strategi pemasaran, serta kendala yang dihadapi membuat setiap pelaku usaha membutuhkan pendekatan pengembangan yang berbeda.
Koordinator kegiatan mengatakan pendataan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui jumlah UMKM, tetapi juga memahami potensi dan kebutuhan pelaku usaha secara langsung.
“Pendataan ini bukan hanya untuk mengetahui jumlah UMKM, tetapi juga untuk mengenali potensi dan kebutuhan pelaku usaha. Dengan adanya titik koordinat Google Maps, kami berharap UMKM di Desa Jebung Lor semakin mudah ditemukan dan ke depan dapat lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pendataan dapat menjadi pijakan untuk pengembangan program KKN selanjutnya, terutama dalam promosi produk, digitalisasi usaha, dan penguatan potensi ekonomi masyarakat.
Para pelaku UMKM menyambut positif kegiatan tersebut. Selain memberikan informasi mengenai usaha masing-masing, mereka juga menyampaikan sejumlah kebutuhan dan kendala yang selama ini dihadapi.
Bagi mahasiswa, kegiatan turun langsung ke lapangan memberikan pengalaman untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat secara lebih nyata. Data yang diperoleh tidak hanya menunjukkan jumlah pelaku usaha, tetapi juga menggambarkan potensi, tantangan, dan peluang pengembangan UMKM.
Sebanyak 37 UMKM yang telah didata dan dipetakan menjadi salah satu hasil kegiatan KKN Universitas Bondowoso Posko 3 di Desa Jebung Lor. Data tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar tidak berhenti sebagai dokumentasi selama pelaksanaan KKN.
Ke depan, pemetaan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan basis data UMKM Desa Jebung Lor yang lebih komprehensif. Lokasi usaha yang terdokumentasi secara digital juga diharapkan memudahkan promosi produk lokal dan memperluas akses calon konsumen.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM diperlukan agar hasil pendataan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, program KKN diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi juga meninggalkan data dan pemetaan potensi ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Jebung Lor. (Rif)





