Bimantoro Gelar Doa Kebangsaan, Ajak Kader Perkuat Persatuan dan Tangkal Hoaks

Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan bersama para Kader, Koordinator Desa (Kordes), tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Rumah Aspirasi Mas Bima.
Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan bersama para Kader, Koordinator Desa (Kordes), tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Rumah Aspirasi Mas Bima.

LINTASJATIM.com, Nganjuk – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menggelar Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan bersama kader, koordinator desa (kordes), tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Rumah Aspirasi Mas Bima, Kabupaten Nganjuk, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema ‘Bersatu dalam Doa: Mengawal Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, Makmur, dan Sejahtera’, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat semangat persatuan sekaligus memanjatkan doa bagi bangsa dan negara.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bimantoro menegaskan bahwa bulan kemerdekaan harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan serta memperkokoh komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengingatkan para kader, khususnya koordinator desa, agar bijak menyikapi derasnya arus informasi di era digital.

“Saya mengajak untuk tidak mudah termakan hoaks, fitnah, maupun provokasi. Sebagai kader, kita harus menjadi penyambung informasi yang benar kepada masyarakat. Jangan sampai kita justru ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Lakukan tabayun, cek fakta, dan sampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Bimantoro.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi penegakan hukum, Bimantoro mengatakan membangun Indonesia membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, pemerintah saat ini terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, hingga pemberantasan korupsi.

“Ketika negara semakin tegas melawan mafia dan para koruptor, tentu akan ada pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu. Oleh karena itu, kita tidak boleh mudah terpancing oleh narasi yang memecah belah. Mari kita dukung setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Bimantoro menekankan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui tindakan nyata, menjaga persatuan, serta mengawal berbagai program yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia berharap para kader Partai Gerindra dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas wilayah, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat komunikasi antara warga dan pemerintah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan, memohon keselamatan bagi bangsa dan negara, serta mendoakan agar para pemimpin Indonesia diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera. (Red)

Pos terkait