Razia Humanis, Lapas Bondowoso Sita Barang Terlarang

Lapas Kelas IIB Bondowoso melakukan razia di blok hunian warga binaan.
Lapas Kelas IIB Bondowoso melakukan razia di blok hunian warga binaan.

LINTASJATIM.com, Bondowoso – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso terus memperkuat sistem pengawasan internal melalui razia rutin di blok hunian warga binaan. Kegiatan yang digelar pada Kamis (2/7/2026) itu merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Penggeledahan dipimpin jajaran pengamanan Lapas Bondowoso dengan melibatkan sejumlah petugas yang dibagi ke dalam beberapa tim. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di setiap kamar hunian guna memastikan tidak ada barang-barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan.

Bacaan Lainnya

Meski dilakukan secara ketat, razia tetap mengedepankan pendekatan humanis. Petugas menjalankan pemeriksaan sesuai prosedur dengan menghormati hak-hak warga binaan. Seluruh penghuni kamar juga bersikap kooperatif sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dari hasil razia, petugas mengamankan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, di antaranya korek api, gunting kuku, pinset, botol parfum berbahan kaca, botol minyak, alat cukur, serta kartu remi. Seluruh barang tersebut telah didata dan diamankan untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto, mengatakan razia berkala merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

“Penggeledahan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Seluruh proses dilaksanakan secara humanis, profesional, dan sesuai prosedur. Kami ingin memastikan lingkungan pembinaan tetap aman, kondusif, serta bebas dari barang-barang yang berpotensi mengganggu jalannya program pembinaan bagi warga binaan maupun tahanan,” ujar Nunus.

Menurutnya, penguatan sistem pengamanan harus dilakukan secara konsisten tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dalam pelaksanaannya. Karena itu, razia akan terus dilaksanakan secara berkala dengan pola yang terukur dan profesional.

“Razia rutin menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan tertib, sehingga seluruh program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan secara optimal,” pungkasnya. (Rif)

Pos terkait