LINTASJATIM.com, Trenggalek – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek sukses menghelat Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula.
Kegiatan kaderisasi formal yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul.
Mengusung tema ‘Mencetak Kader Militan, Berdampak Nyata dalam Misi Seribu Aksi’, agenda ini diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari internal Kecamatan Panggul maupun utusan dari PAC lain. Seluruh peserta tampak antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan riang gembira hingga pamungkas.
Ketua PAC GP Ansor Panggul, Agus Muhammad Chisamuddin Zain, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Chisam ini menyebutkan bahwa materi pelatihan diisi langsung oleh instruktur dari Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur.
“Alhamdulillah, kegiatan kaderisasi PKD dan Dirosah Ula di PAC GP Ansor Panggul ini berjalan dengan baik. Beberapa materi masih kita dapatkan dari Pengurus Wilayah karena alhamdulillah dari PW juga bisa hadir,” ujar Gus Chisam saat diwawancarai di lokasi acara, Ahad (28/06/2026).
Gus Chisam menambahkan, jumlah peserta kali ini tergolong cukup banyak dan melampaui target awal, menunjukkan bahwa roda kaderisasi di tingkat akar rumput terus berjalan konsisten.
Guna menyiasati tantangan pengaderan di wilayah pesisir selatan, pihaknya menerapkan strategi instruksi organisasi yang tegas. PAC GP Ansor Panggul mewajibkan 17 Pimpinan Ranting (PR) yang ada di wilayahnya untuk mendelegasikan kader.
Lebih lanjut, Gus Chisam menitipkan pesan mendalam bagi seluruh kader yang sudah menerima banyak materi.
Beliau menekankan supaya ideologi dan pengetahuan yang didapat selama tiga hari tidak menguap begitu saja, melainkan harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari demi kemaslahatan masyarakat.
“Pesan saya, apa yang sudah dierap dari setiap pemateri jangan hanya menjadi sebuah pengetahuan, tetapi harus menjadi perbuatan. Jangan hanya menjadi ilmu yang bersarang di kotak, tapi harus menjadi tindakan nyata agar ilmu itu bermanfaat dan pahalanya terus bergulir,” tegasnya.
Sinyal positif juga datang dari barisan peserta. Khamdan Subkhi, peserta utusan dari Ranting Sawahan, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang menarik selama mengikuti pelatihan.
Khamdan mengungkapkan motivasi utamanya ikut serta adalah untuk menimba ilmu sekaligus memperluas jaringan silaturahim sesama pemuda Nahdliyin.
“Selama dua hari ini banyak belajar terkait materi-materi yang baru dan sangat menarik dari para pemateri. Yang pasti menambah ilmu dan juga wawasan, terutama di dalam Gerakan Pemuda Ansor,” ungkap Khamdan.
Saat ditanya mengenai langkah taktis pascapelatihan, Khamdan berkomitmen untuk langsung terjun menghidupkan organisasi di tingkat desa.
“Saya akan kembali ke ranting dan saya akan ikut instruksi Pak Ketua,” pungkasnya sembari tersenyum dan mengepalkan tangan penuh semangat. (qil/red)





