20 Titik Kurban di Surabaya Temukan Cacing Hati

Pemeriksaan usai penyembelihan hewan kurban. Sumber foto: www.detik.com
Pemeriksaan usai penyembelihan hewan kurban. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menemukan kasus cacing hati dan cacing pita pada hewan kurban selama pelaksanaan Iduladha 2026. Temuan tersebut tersebar di puluhan lokasi pemotongan hewan, namun pemerintah memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman untuk dikonsumsi.

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan, hasil pengawasan yang dilakukan di 296 lokasi pemotongan hewan kurban di 31 kecamatan menunjukkan adanya sekitar 20 lokasi yang ditemukan kasus cacing hati serta satu lokasi yang ditemukan cacing pita atau cacing nasi.

Bacaan Lainnya

“Pengawasan kami mencakup 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi yang ditemukan cacing pita. Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak beredar untuk dikonsumsi,” kata Nanik, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, temuan tersebut diperoleh dari pemeriksaan aktif petugas di lapangan, mulai dari pengecekan kesehatan hewan sebelum disembelih (antemortem) hingga pemeriksaan organ dan karkas setelah pemotongan (postmortem).

DKPP memastikan organ yang terindikasi mengandung parasit langsung diafkirkan di lokasi sehingga tidak masuk ke rantai distribusi daging kurban.

Selain menemukan kasus cacing, petugas juga mendeteksi satu ekor sapi yang diduga terpapar skabies saat pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban. Hewan tersebut segera diisolasi untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.

DKPP juga mencatat sejumlah hewan mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh dari daerah asal. Kondisi tersebut ditangani langsung oleh petugas dengan pemberian vitamin dan perawatan yang diperlukan.

“Kasus yang kami temukan sebagian besar dapat ditangani di lapangan. Untuk hewan yang mengalami kelelahan karena perjalanan jauh, petugas memberikan vitamin dan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tetap terjaga,” ujarnya.

Nanik menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan cacing hati karena yang berisiko adalah organ yang terinfeksi, bukan seluruh bagian daging hewan.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah organ hati yang terinfeksi. Karena itu kami mengimbau panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selama masa pengawasan Iduladha, DKPP melakukan pemeriksaan postmortem terhadap 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba. Sementara pada tahap antemortem, petugas memeriksa 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba yang berada di lapak penjualan.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Surabaya untuk terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna memastikan daging yang diterima masyarakat memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal.

Pos terkait