Pocong Viral di Kediri Ternyata Ulah Pelajar

Pocong jadi-jadian di Desa Kandat Kediri saat dimarahi oleh ibunya. Sumber foto: www.detik.com
Pocong jadi-jadian di Desa Kandat Kediri saat dimarahi oleh ibunya. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Kediri – Video penangkapan sosok pocong yang viral di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, ternyata hanyalah aksi iseng seorang pelajar. Polisi memastikan peristiwa tersebut bukan teror seperti yang sempat ramai diperbincangkan warga.

Dikutip dari detikJatim.com, Kapolsek Kandat Iptu Abdul Aziz mengatakan, sosok pocong dalam video itu merupakan pelajar berinisial AS (15). Remaja tersebut sengaja mengenakan kain putih yang dililitkan ke tubuhnya hingga menyerupai pocong.

Bacaan Lainnya

“Tujuannya hanya untuk menakut-nakuti teman-temannya yang sedang melakukan takbir di musala,” kata Aziz, Kamis (28/5/2026).

Aksi itu terjadi di sekitar Musala Al Makmur pada Selasa (26/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah memakai kostum pocong, AS diajak temannya berkeliling desa menggunakan sepeda motor.

Namun, kemunculan pocong tersebut justru membuat warga panik. Pasalnya, belakangan isu teror pocong sempat ramai dibicarakan di wilayah setempat.

Warga yang merasa resah kemudian mengejar kedua pelajar tersebut dan mengamankannya ke Musala Al Makmur.

“Karena dianggap meresahkan, warga kemudian mengejar dan mengamankan kedua anak tersebut sebelum dibawa ke Musala Al Makmur,” jelas Aziz.

Di hadapan warga dan perangkat desa, kedua pelajar itu meminta maaf atas ulah mereka. Keduanya juga membuat video klarifikasi dan mengakui aksi tersebut hanya sebatas candaan.

Dalam video permintaan maaf itu, pelaku menyampaikan penyesalan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Polisi memastikan tidak ada korban maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Petugas juga mengamankan kain putih yang dipakai sebagai kostum pocong.

“Saat ini pelaku dilakukan pembinaan di kantor Desa Kandat. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya,” pungkas Aziz.

Pos terkait