Pladu Bendungan Diserbu Warga

Kegiatan flushing alias pladu di Bendungan Wlingi, Blitar. Sumber foto: www.detik.com
Kegiatan flushing alias pladu di Bendungan Wlingi, Blitar. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Blitar – Kegiatan flushing atau pladu di Bendungan Wlingi dan Lodoyo, Kabupaten Blitar, mulai dilaksanakan Perum Jasa Tirta I, Senin (18/5/2026). Selain untuk mengurangi sedimentasi bendungan, kegiatan tahunan ini juga dimanfaatkan warga untuk berburu ikan mabuk di aliran sungai.

Dikutip dari detikJatim.com, sejak sirine dibunyikan tiga kali sebagai penanda dimulainya flushing, sejumlah warga tampak memadati area sekitar bendungan. Mereka datang untuk menyaksikan proses penggelontoran sedimen sekaligus mencari ikan yang terbawa arus.

Bacaan Lainnya

Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I, Agung Nugroho DP, mengatakan flushing dilakukan rutin setiap tahun demi menjaga fungsi bendungan tetap optimal.

“Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan di Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo. Ini merupakan program untuk kelancaran operasi waduk, dalam rangka mendukung kegiatan masyarakat,” ujar Agung.

Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk dapat mengurangi kapasitas tampungan air di bendungan. Karena itu, penggelontoran sedimen perlu dilakukan secara berkala.

Agung menjelaskan, kegiatan pladu dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (23/5/2026). Setelah proses selesai, operasional irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) akan kembali berjalan normal.

“Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 23 Mei. Akan diikuti dengan kegiatan irigasi dan PLTA akan beroperasi dengan normal kembali,” katanya.

Dalam flushing kali ini, Perum Jasa Tirta I menargetkan sekitar 600 ribu meter kubik sedimen dapat dikeluarkan dari Bendungan Wlingi dan Lodoyo.

Di sisi lain, tingginya antusias warga mencari ikan mabuk membuat petugas mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati area berbahaya di sekitar bendungan maupun bantaran sungai.

“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu dekat dengan pinggiran sungai dan bendungan. Itu karena kawasan berbahaya,” tandas Agung.

Pos terkait