Proyek Pipa PGN Dikeluhkan Warga Manukan

Proyek galian pipa PGN di kawasan Manukan, Surabaya yang mangkrak dan dikeluhkan warga. Sumber foto: www.detik.com
Proyek galian pipa PGN di kawasan Manukan, Surabaya yang mangkrak dan dikeluhkan warga. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Proyek pemasangan pipa gas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Manukan, Tandes, Surabaya menuai keluhan warga.

Galian yang tersebar di sejumlah ruas jalan disebut mengganggu aktivitas hingga membahayakan pengguna jalan karena belum ditangani secara optimal.

Dikutip dari detikJatim.com, pantauan di lapangan menunjukkan proyek membentang di berbagai titik, mulai dari Jalan Manukan Lor, Manukan Tama, hingga kawasan Darmo Indah dan Jalan Raya Satelit. Sejumlah lubang galian bahkan masih terbuka tanpa pengaman yang memadai.

Salah satu warga, Risqi Firmansyah (30), mengaku aktivitas usaha miliknya ikut terdampak sejak proyek berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

“Sudah ada dari sebulan lalu. Tapi kok nggak segera ditutup, nggak tahu mandek atau bagaimana. Yang pasti merugikan kita semua,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menyulitkan proses bongkar muat di tokonya, terutama saat malam hari ketika aktivitas pedagang kaki lima meningkat. Selain itu, kemacetan juga kerap terjadi akibat penyempitan jalan di sejumlah titik proyek.

Menurut Risqi, keberadaan proyek juga menimbulkan kebingungan warga karena jaringan gas sebelumnya sudah tersedia di kawasan tersebut.

“Di sini dulu sudah ada PGN, toko saya sudah terpasang. Cuma kita nggak tahu ini nanti alurnya ke mana. Tahu-tahu digali sampai Darmo Indah, itu kan bikin macet,” katanya.

Warga juga menyoroti aspek keselamatan. Lubang galian dengan kedalaman sekitar setengah meter disebut dibiarkan terbuka tanpa rambu peringatan.

“Harusnya ada papan penanda atau penutup sementara yang aman. Ini nggak ada sama sekali, apalagi malam hari, bahaya sekali,” lanjutnya.

Di sisi lain, pekerja proyek mengungkapkan pengerjaan dilakukan secara berpindah dengan sistem borongan.

“Jam kerjanya nggak pasti, kalau di sini selesai ya pindah titik lain. Setiap hari bisa tanam 3 sampai 4 batang pipa,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mengaku telah mengambil langkah. Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pemanfaatan Infrastruktur, Wienda Novita Sari, menyebut pihaknya sudah mengirimkan peringatan kepada PGN agar segera melakukan perbaikan.

“Kami sebenarnya sudah berkoordinasi juga dengan PGN, kemudian kami juga sudah mengirimkan surat-surat peringatan untuk melakukan rekondisi,” jelas Wienda.

Hingga kini, warga berharap penanganan segera dilakukan agar aktivitas kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Pos terkait