LINTASJATIM.com, Trenggalek – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Trenggalek, H. Sukarudin, menyatakan bahwa hubungan antara PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) di Trenggalek berjalan erat dan harmonis.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Safari Ramadan DPW PKB Jawa Timur di Pondok Pesantren Darul Muttaqiin, Kecamatan Karangan, Rabu (4/3/2026).
Dalam sambutannya, Sukarudin menyebut sebagian besar pengurus PKB di Trenggalek juga merupakan bagian dari struktur kepengurusan NU, mulai tingkat ranting hingga cabang.
“Mulai dari tingkat DPRT hingga DPC, hampir seluruh pengurus PKB di Trenggalek juga merupakan pengurus NU. Ini menunjukkan hubungan yang sangat dekat secara historis, ideologis, maupun kultural,” ujarnya.
Menurutnya, kedekatan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga tercermin dalam berbagai kontribusi nyata PKB kepada masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan Aula Pondok Pesantren Darul Muttaqiin yang berasal dari dana aspirasi anggota legislatif PKB, almarhum Kholiq.
Selain itu, sejumlah bantuan aspirasi dari kader PKB di berbagai tingkatan juga disebut telah dimanfaatkan oleh pesantren, lembaga pendidikan, serta masyarakat di sejumlah wilayah di Trenggalek.
Dengan basis sosial warga Nahdliyin yang kuat, Sukarudin menilai PKB memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Jaringan pesantren, tokoh agama, serta kader NU yang tersebar di berbagai daerah menjadi modal sosial yang besar bagi partai tersebut.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama, termasuk penguatan komunikasi politik dengan masyarakat di tingkat akar rumput, kaderisasi generasi muda, serta strategi politik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat desa dan pesantren.
Ia berharap sinergi antara PKB dan NU tetap terjaga dalam semangat khidmah kepada umat dan masyarakat.
“Harapan kita sederhana, PKB tetap menjadi partai perjuangan warga Nahdliyin dan terus menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.
Sukarudin juga berharap PKB Trenggalek ke depan semakin solid, mendapat kepercayaan masyarakat, serta mampu melahirkan pemimpin daerah yang amanah dan berpihak kepada rakyat. (jaz/red)





