Kerugian Banjir dan Longsor Malang Tembus Miliaran

Longsor di Malang. Sumber foto: www.detik.com
Longsor di Malang. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Malang – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Malang menyebabkan kerusakan rumah warga, lahan pertanian, hingga infrastruktur publik. Total kerugian sementara akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Dikutip dari detikJatim.com, berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang hingga Selasa (3/11/2026) malam, Kecamatan Sumbermanjing Wetan mencatat salah satu kerugian terbesar. Kerusakan akibat longsor di Desa Klepu ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Bacaan Lainnya

Selain itu, kerusakan juga terjadi di sejumlah desa lainnya. Di Kecamatan Ampelgading, kerugian di Desa Lebakharjo diperkirakan Rp200 juta, Sonowangi Rp50 juta, Sidorenggo Rp50 juta, dan Wirotaman sekitar Rp200 juta.

Sementara itu, kerusakan permukiman dan fasilitas umum di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, ditaksir mencapai Rp90 juta.

Bencana hidrometeorologi tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Senin (2/11/2026) dini hari.

Dampaknya tersebar di delapan kecamatan, meliputi Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Donomulyo, dan Turen.

Di Kecamatan Ampelgading, luapan Sungai Kedungondo mengakibatkan 58 rumah warga di Desa Lebakharjo terendam air setinggi mata kaki. Sekitar 50 hektare lahan pertanian juga ikut terdampak genangan.

Akses menuju desa tersebut sempat terputus akibat pohon tumbang di jalur Desa Sonowangi dan material longsor di kawasan Tumpak Bundu, Desa Purwoharjo.

Longsor juga merusak enam rumah di sejumlah desa di Kecamatan Ampelgading. Rinciannya, masing-masing satu rumah di Desa Sonowangi dan Sidorenggo serta empat rumah di Desa Wirotaman. Sementara itu, akses jalan provinsi di Desa Tirtomoyo sempat tertutup material longsor.

Kerusakan infrastruktur juga terjadi di Kecamatan Bantur. Genangan air di Desa Sumberbening sempat mencapai ketinggian sekitar 60 sentimeter dan memasuki permukiman warga.

Jembatan penghubung Desa Pringgodani dan Rejosari mengalami kerusakan pada bagian tembok penahan. Selain itu, jalan yang menghubungkan Dusun Sumberbendo dengan Sumberwaloh ambles sepanjang 25 meter dengan kedalaman sekitar lima meter.

Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, enam rumah warga Desa Klepu terdampak longsor. Salah satu titik terparah berada di jalan penghubung Desa Klepu menuju Desa Polaman, Kecamatan Dampit, dengan panjang sekitar 40 meter, lebar 50 meter, dan tinggi 30 meter.

Adapun di Kecamatan Tirtoyudo, longsor terjadi di Desa Tirtoyudo, Purwodadi, dan Sumbertangkil. Material tanah menutup sebagian jalan serta merusak tebing dan sejumlah permukiman warga.

Dampak serupa juga ditemukan di Kecamatan Dampit, Pagelaran, dan Donomulyo. Bahkan, sebagian badan jembatan penghubung Desa Sanankerto-Jambangan di Kecamatan Turen dilaporkan ambrol.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan penanganan bencana dilakukan bersama sejumlah unsur terkait. Prioritas utama saat ini adalah membuka kembali akses jalan, membersihkan material longsor, dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

BPBD juga menyiapkan pengerahan alat berat dan truk tangki untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

“Tim Eskavator dan tanki penanganan dan monitoring willayah Gandusari Tirtoyudo pada hari ini,” beber Sadono saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, alat berat dibutuhkan untuk menyingkirkan material longsor yang menutup akses jalan. Sementara truk tangki akan digunakan membantu penyemprotan ruas jalan yang terdampak material bencana.

Meski kerusakan tersebar di sejumlah wilayah, BPBD memastikan belum terdapat laporan korban jiwa berdasarkan pendataan sementara.

Sejumlah lokasi yang sebelumnya terendam banjir juga mulai surut. Beberapa akses jalan yang sempat terganggu kini sudah dapat dilalui kendaraan.

“Kondisi saat ini masih dilakukan penanganan dampak banjir dan longsor di sejumlah kecamatan,” pungkas Sadono.

Pos terkait