Karhutla Arjuno-Welirang Rusak Pipa Air, 110 Pendaki Dievakuasi

Karhutla Gunung Arjuno-Welirang. Sumber foto: www.detik.com
Karhutla Gunung Arjuno-Welirang. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Pasuruan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, menimbulkan dampak bagi pendaki dan masyarakat sekitar. Selain memicu evakuasi 110 pendaki, kebakaran juga merusak jaringan pipa air bersih yang digunakan warga.

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengatakan proses evakuasi dilakukan melalui jalur Kop-Kopan untuk mengantisipasi risiko akibat kebakaran.

Bacaan Lainnya

“Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas melalui jalur Kop-Kopan,” kata Sugeng, Sabtu (17/10/2026).

Evakuasi berlangsung ketika aktivitas pendakian sedang ramai. Meski titik kebakaran tidak berada tepat di jalur pendakian, petugas tetap mengambil langkah pengamanan demi keselamatan para pendaki.

“Kebakaran terjadi saat pendakian ramai,” terang Sugeng.

Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang tersebut diketahui mulai terjadi pada Kamis (15/10/2026) sore. Hingga Sabtu siang, api belum berhasil dipadamkan. Petugas bersama relawan dan warga masih berupaya mengendalikan kobaran api.

“Belum padam sampai saat ini,” ujar Sugeng.

Jaringan Air Bersih Warga Ikut Terdampak

Selain mengancam keselamatan di kawasan gunung, karhutla juga berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Sejumlah titik jaringan pipa yang mengalirkan air dari sumber mata air di lereng gunung dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Desa Jatiarjo, Muhammad Hudan Dardiri, menjelaskan pipa yang terdampak menyalurkan air bersih ke wilayah Desa Jatiarjo dan Dusun Talunongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

“Pipa yang rusak menyalurkan air ke Desa Jatiarjo dan ke Dusun Talunongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen,” kata Hudan Dardiri, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, jaringan tersebut merupakan sarana penting bagi warga untuk memperoleh air bersih. Infrastruktur itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat sehingga kerusakannya menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

Hudan berharap kebakaran segera terkendali agar kerusakan tidak meluas dan perbaikan jaringan air dapat dilakukan.

“Semoga kebakaran segera padam sehingga kerusakan tidak semakin parah dan segera bisa diperbaiki,” jelasnya.

Saat ini, upaya pemadaman masih berlangsung di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Warga berharap api segera padam agar keselamatan masyarakat tetap terjaga dan jaringan pipa air bersih yang rusak dapat segera dipulihkan.

Pos terkait