LINTASJATIM.com, Bondowoso – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan alas tembakau milik PT Sadana Arif Nusa di Jalan Mastrip, RT 14 RW 05, Dusun Wringin Tapung, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Senin (22/6/2026). Kobaran api tidak hanya menghanguskan sebagian gudang, tetapi juga merembet ke tiga rumah warga di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Asap pekat yang membumbung tinggi dari lokasi kebakaran menarik perhatian warga dan segera dilaporkan kepada petugas.
Laporan diterima sekitar pukul 18.00 WIB. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Bondowoso bersama unsur gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB, petugas mendapati api telah membesar dan membakar material mudah terbakar yang tersimpan di dalam gudang. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman memerlukan dukungan armada tambahan dan suplai air dalam jumlah besar.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, mengatakan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan penyemprotan untuk mengendalikan api agar tidak meluas. Setelah api berhasil dipadamkan, kami melanjutkan proses pendinginan sebelum kembali ke markas,” ujarnya.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat kobaran api dari dalam gudang. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas keamanan gudang yang selanjutnya menghubungi layanan Si Jaguar Damkar Bondowoso.
Sementara itu, hasil asesmen awal BPBD Bondowoso menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Material berupa palet kayu dan perlengkapan penyimpanan tembakau yang mudah terbakar menyebabkan api cepat membesar.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto PP, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel Pusdalops, Agen Bencana, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu penanganan dan melakukan asesmen dampak.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen, membantu proses penanganan, serta memberikan dukungan suplai air guna mempercepat pemadaman,” kata Kristianto.
Data sementara BPBD mencatat gudang berukuran sekitar 50 x 15 meter mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sekitar 200 palet kayu turut terbakar dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Selain gudang, tiga rumah warga di sekitar lokasi juga terdampak dan mengalami kerusakan kategori sedang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Dalam proses pemadaman, Damkar Bondowoso mengerahkan armada Carcentro, Water Supply, Dyna, Fuso, dan Rescue. BPBD Bondowoso menurunkan dua unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Bantuan juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI, Kodim 0822, dan Polres Bondowoso.
Penanganan kebakaran turut melibatkan TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Bondowoso, Pemerintah Desa Pancoran, Agen Bencana Jawa Timur, pihak perusahaan, relawan REDKAR, serta masyarakat setempat.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya dan melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Petugas juga masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya api kembali. (Rif)





