Viral! Harga Meroket, Petani Cabai di Dawarblandong Mojokerto Borong 50 Motor dan 3 Mobil

  • Whatsapp
Warga di Mojokerto Borong Motor dan Mobil [Lintas Jatim]
Warga di Mojokerto Borong Motor dan Mobil [Lintas Jatim]

LINTASJATIM.com, MojokertoPetani cabai di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto meraih untung besar pada panen raya tahun ini. Pasalnya harga cabai rawit melejit sehingga membuat mereka mampu memborong puluhan sepeda motor dan mobil.

Fenomena petani cabai mendadak kaya ini terjadi di salah satu desa di Kecamatan Dawarblandong yaitu Desa Pucuk. Sekitar 90 persen masyarakat di desa ini mengais rezeki di sektor pertanian.

Bacaan Lainnya

Lahan yang mereka garap untuk bertanam cabai rawit mulai dari 500 meter persegi hingga lebih dari satu hektare. Lahan garapan mereka tersebar di Dusun Wotgaru, Pucuk, Brejel Lor, Brejel Kidul, dan Kwarigan.

Kepala Desa Pucuk, Nanang Sudarmawan menyampaikan cabai merupakan komoditas unggulan di Desa Pucuk. Apalagi memasuki musim hujan, pasti petani akan menanam cabai.

“Panen raya tahun ini benar-benar fenomenal. Cabai rawit hasil panen mencapai Rp 95.000/kg,” ujarnya.

Karena itu, banyak petani cabai yang mendadak jadi jutawan di desanya. Bahkan, ada yang memborong sekitar 50 sepeda motor dan 3 mobil.

Rata-rata sepeda motor yang dibeli petani cabai di Desa Pucuk yaitu Honda Scoopy dan PCX dalam kondisi baru. Petani cabai juga ada yang merenovasi rumah senilai Rp 50 juta.

“Banyak yang beli motor kurang lebih 50 orang di satu desa. Ada tiga orang yang belu mobil jenis Avanza dan Ertiga dari hasil panen cabai,” ujarnya.

“Mobil menjadi kebutuhan keluarga karena anak saya tinggalnya jauh, di Lumajang. Biasanya numpang mobil saudara kalau ke sana. Sekarang alhamdulillah sudah punya sendiri,” ujar Listiono, salah satu petani di Dusun/Desa Pucuk.

Menurut keterangan Listiono, ia membeli mobil Toyota Avanza dari hasil panen cabai rawit dengan harga sekitar Rp 145 juta.

Tak hanya itu, musim panen cabai rawit tahun ini juga dirasakan manis oleh Ngatiyo (50), petani di Dusun Pucuk. Dengan hasil panen cabai rawit ia mampu merenovasi dapur rumahnya, dengan biaya sekitar Rp 50 juta.

“Saya gunakan untuk membangun dapur rumah sekitar Rp 50 juta,” pungkasnya.

Pos terkait