Polisi Bongkar Makam Khoiriah, Selidiki Dugaan Penganiayaan

Makam perempuan lajang di Jombang diekshumasi. Sumber foto: www.detik.com
Makam perempuan lajang di Jombang diekshumasi. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Jombang – Kepolisian Resor Jombang membongkar makam Khoiriah (47), warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Minggu (14/6/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian perempuan lajang itu yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dikutip dari detikJatim.com, proses ekshumasi berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran sekitar pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut melibatkan Satreskrim Polres Jombang, Polsek Peterongan, serta tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri.

Bacaan Lainnya

Setelah peti jenazah diangkat dari makam, tim forensik langsung melakukan autopsi di dalam tenda tertutup yang dipasang di area pemakaman. Sejumlah warga tampak menyaksikan proses tersebut dari balik garis polisi.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan, penyelidikan dilakukan karena terdapat dugaan tindak kekerasan yang berujung pada kematian korban.

“Ada dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian korban yang diduga dilakukan oleh kakak kandung sendiri,” ujar Dimas.

Dugaan penganiayaan tersebut disebut terjadi di sebuah rumah kos di Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi kini masih mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.

Kapolsek Peterongan Sholikin Budi Santoso menjelaskan, penyidik berkewajiban menelusuri dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan kematian korban.

“Dengan adanya tindak pidana penganiayaan itu dan kematian kami wajib menelusuri kebenarannya. Yang diduga tersangka masih dalam penyidikan,” katanya.

Menurut Sholikin, saat kejadian keluarga sempat menyampaikan kepada warga bahwa Khoiriah meninggal akibat terjatuh di kamar mandi. Jenazah korban kemudian dimakamkan pada hari yang sama tanpa dilakukan visum.

“TKP di Jogoroto itu dikatakan (korban) jatuh di kamar mandi. Selanjutnya tidak ada konfirmasi, langsung dari pihak keluarga mengadakan pemakaman. Ada penolakan (visum) waktu di lokasi,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, sekitar dua pekan terakhir Khoiriah tinggal satu kos bersama kakak kandungnya, Sulastri (55), di Dusun Jogoroto. Tetangga kos korban, Ayu Sarifah Wulandari, mengaku sering melihat seorang pria datang dan menginap pada malam hari.

“Cuma yang laki-laki kalau malam saja di sini (di kosan). Tidak tahu itu suami atau bukan,” tutur Ayu.

Hasil autopsi akan menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik untuk mengungkap penyebab kematian Khoiriah dan menentukan langkah hukum selanjutnya.

Pos terkait