BASIRA Nganjuk: Kritik Pemerintah Harus Beradab

Barisan Santri Indonesia Raya (BASIRA) Kabupaten Nganjuk.
Barisan Santri Indonesia Raya (BASIRA) Kabupaten Nganjuk.

LINTASJATIM.com, Nganjuk – Barisan Santri Indonesia Raya (BASIRA) Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat tetap mengedepankan adab dan etika dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah di tengah dinamika politik dan berbagai aksi demonstrasi yang berkembang belakangan ini.

Ketua BASIRA Kabupaten Nganjuk, Nur Yahya Musthofa, menegaskan pihaknya mendukung program-program pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, setiap kebijakan perlu disikapi secara objektif dengan melihat manfaat yang dirasakan rakyat.

Bacaan Lainnya

“Kami meyakini Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin bangsa senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara dalam setiap kebijakan yang diambil. Karena itu, masyarakat perlu mengedepankan sikap husnuzan sekaligus tetap memberikan pengawasan yang konstruktif,” ujar Nur Yahya Musthofa, Minggu (14/6/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Yayak itu menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak berarti menutup ruang kritik. BASIRA, kata dia, tetap menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara santun dan berfokus pada substansi kebijakan, bukan menyerang pribadi pejabat atau pemimpin negara.

“Kritik adalah bagian dari demokrasi. Tetapi kritik yang berisi penghinaan, caci maki, atau merendahkan harkat dan martabat Presiden maupun pejabat negara bukanlah tradisi intelektual yang baik dan tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang berakar pada tradisi pesantren, BASIRA menilai nilai-nilai tawadhu’, adab, dan akhlakul karimah harus tetap menjadi pedoman dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan adab. Kritiklah kebijakannya jika memang ada yang perlu diperbaiki, bukan menyerang pribadi. Bangsa ini membutuhkan gagasan dan solusi, bukan saling menghina,” kata Gus Yayak.

BASIRA juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk menjaga persatuan nasional dan bersama-sama mengawal pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

“Persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas. Mari kita kawal kebijakan pemerintah secara kritis namun tetap santun, demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait