Gus Mus Hadiri Halal Bihalal dan Haul di Ponpes Gasek Malang

Lintasjatim.com, Malang - Acara tahunan Halal Bihalal dan Haul Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang kali ini menghadirkan KH. Mustofa Bisri dan KH. Husain Ilyas, Jum'at (21/06/2019).

Tak hanya itu, banyak undangan VIP yang turut hadir diantaranya Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS. Rektor Universitas Islam Malang Prof. Dr. Masykuri, M.Si, dan Walikota Malang Bapak Sutiaji.

Beberapa dosen UIN malang, banom-banom Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Timur, TNI-Polri Kota Malang, dan dari berbagai kalangan juga terlihat hadir dalam acara tersebut.

Pra acara di mulai dengan sholawat dan pembacaan istighosah. Baru pukul 20.30 WIB master of ceremony (MC) memulai acara inti. Sebagai pembuka acara, dilakukan prosesi akad nikah dari santri Gasek Malang berjumlah 4 orang yang langsung di nikahkan oleh Gus Mus dan KH. Marzuki Mustamar.

Dikesempatan tersebut, KH. Mustofa Bisri menyampaikan beberapa hal diantaranya. Banyak orang mengira kalimat "Halal bihalal" berasal dari Timur Tengah. Dalam kamus munjid, misbahul munir, lisanul Arab tidak ditemukan kalimat tersebut. Tapi di KBBI ketika di entry halal bihalal muncul ha·lal·bi·ha·lal/ n hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang.

"Di Timur Tengah pun tidak ada, yang ada setelah sholat idul Fitri berlibur dengan keluarga. Berbeda di Indonesia, sholat 'Ied rampung anjangsana ke sanak saudara dan tetangga. Tak hanya sehari tapi berlangsung berhari-hari," jelasnya kepada para jama'ah.

Gus Mus juga mengingatka bahwa sebuah riwayat menyatakan, ada satu dosa yang belum bisa di ampuni sebelum bertemu dan saling meminta maaf.

Gus Mus kembali memaparkan 5 hal yang sering dilupakan oleh manusia untuk bersyukur yaitu:

  1. Diciptakan menjadi manusia

Allah menciptakan makhluk lain seperti batu, tumbuhan, hewan, mereka bisa merasakan tapi tidak bisa mengekspresikan apa yang dirasakan. Berbeda manusia makhluk sempurna, bisa merasakan, berfikir, dan memilih mana yang baik dan buruk. Cara mensyukuri yaitu dengan menjadi dan menjaga kemanusiaan kita.

  1. Dipilih menjadi orang Islam

Banyak orang yang belum mendapat hidayah, meskipun dekat dengan khairil anam nabi Muhammad SAW, Abu Lahab. Kita yang seribu tahun lebih zaman kanjeng nabi, dan tak ada tali kerabat alhamdulillah menjadi orang Islam.

  1. Mempunyai Nabi Muhammad SAW

Beliaulah pemimpin yang agung, pemimpin yang manusia memanusiakan manusia dan mengerti manusia.

  1. Menjadi orang Nahdlatul Ulama

Banyak di luar yang tidak senang dengan Nahdlatul Ulama, dengan menyerang dan menjatuhkan NU demi kepentingan politik. Cara mensyukuri dengan mempelajari ajaran NU, jangan ikut-ikutan dan termakan berita hoax. Yang jelas mulai ranting, PAC, PC sampai pusat. Hanya ada di NU yang guru-guru dengan sanad guru bersambung sampai Rasulallah SAW.

  1. Menjadi Orang Indonesia

Grand Syekh Al-Ahzar Mesir pernah ke Indonesia dan berkata "هذه قطعة من الجنة" Ini (Indonesia) potongan dari surga. Tapi Gus Mus menafsirkan قطعة sebagai miniatur.

Menyitir qoidah fiqh "khoirul umuri ausathuha" orang NU kalau bisa menjadi tengah-tengah.

Acara berakhir pukul 23.30 WIB dengan ditutup doa oleh KH. Marzuki Mustamar. "Bagi yang menikah diniati untuk beribadah dan jangan pernah menikah lagi," tutur Ketua PWNU Jawa Timur disambut gelak tawa hadirin. (Jazuli/St)

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

10856625
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
9167
11986
35486
10623094
220744
515611
10856625
Your IP: 3.227.233.78
2019-10-15 19:57