Bangilan Resmi Jadi Kampoeng Koeno

Peresmian Kampoeng Koeno Bangilan Kota Pasuruan. Sumber foto: www.detik.com
Peresmian Kampoeng Koeno Bangilan Kota Pasuruan. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Pasuruan – Warga Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, kini punya harapan baru setelah kawasan tempat tinggal mereka ditetapkan sebagai Kampung Wisata Kampoeng Koeno.

Peresmian yang dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340 itu diyakini menjadi momentum kebangkitan wisata sejarah dan kuliner lokal.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, penetapan Bangilan sebagai kawasan heritage tak lepas dari keberadaan deretan bangunan tua peninggalan era kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh. Di sisi lain, kampung ini juga dikenal dengan kuliner legendaris yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebut peresmian Kampoeng Koeno sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Peresmian Kampoeng Koeno Bangilan menjadi langkah strategis untuk mengangkat wisata heritage dan kuliner lokal, sekaligus melibatkan masyarakat dalam pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi. Alhamdulillah, di momen Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340 ini kita menambah satu destinasi wisata,” ujar Adi Wibowo, Minggu (15/2/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Mas Adi itu, Bangilan memiliki karakter arsitektur kuno yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, sejumlah kuliner seperti Kopi Sepoor Kaspandi, rawon, hingga sate komoh telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Direktorat Jenderal Kemendikbud RI.

“Bangilan dikenal dengan arsitektur kuno yang masih terjaga, serta kuliner khas seperti Kopi Sepoor Kaspandi, rawon, dan sate komoh yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Potensi ini harus kita jaga untuk generasi mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan Kampoeng Koeno telah melalui proses sosialisasi sejak September 2025 dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah kota, lanjutnya, berkomitmen mendorong potensi lokal agar semakin dikenal dan mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan.

“Ini menjadi salah satu potensi unggulan kita. Harapannya dapat terus kita sosialisasikan dan kembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme juga datang dari warga. Arif, salah satu warga Bangilan, menilai kawasan tersebut memang layak dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan kuliner karena lokasinya strategis.

“Bangilan memang punya potensi besar dijadikan wisata sejarah dan kuliner. Apalagi lokasinya strategis, dekat dengan jalur pantura,” ujarnya.

Dengan status baru sebagai Kampoeng Koeno, warga berharap Bangilan tak sekadar dikenal sebagai kawasan tua, melainkan menjadi pusat wisata yang menghidupkan kembali jejak sejarah sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

Pos terkait