Pascapuncak Nataru, Bromo Tetap Dijaga Ketat

Wisatawan yang hendak masuk ke kawasan wisata Bromo pada libur tahun baru 2026. Sumber foto: www.detik.com
Wisatawan yang hendak masuk ke kawasan wisata Bromo pada libur tahun baru 2026. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Probolinggo – Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo mulai menunjukkan tren penurunan setelah melewati puncak libur Natal.

Meski demikian, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) justru meningkatkan pengamanan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, Kepala BB-TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan bahwa lonjakan tertinggi wisatawan terjadi pada 26 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, jumlah kunjungan berangsur menurun meski secara visual kawasan wisata masih tampak ramai.

“Kalau data yang kami pegang, puncak kunjungan itu di tanggal 26. Dari mulai tanggal 20 memang sudah meningkat, lalu tanggal 27 ke atas mulai menurun. Jadi meskipun sekarang terlihat ramai, secara angka tidak sebanyak saat puncak,” ujar Rudijanta, Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan wisatawan sebenarnya sudah mulai terasa sejak 20 Desember 2025. Namun, tren itu tidak berlangsung lama dan melandai seiring berakhirnya libur Natal.

Selama periode libur Nataru, arus lalu lintas di dalam kawasan TNBTS terpantau relatif lancar tanpa kemacetan berarti. Menurut Rudijanta, kondisi ini merupakan hasil kolaborasi antara petugas, pelaku jasa wisata, dan wisatawan.

“Kalau kita lihat relatif cukup lancar, tidak ada kemacetan. Ini bukan hanya karena petugas, tapi juga kesadaran para wisatawan dan pelaku usaha yang ikut menciptakan situasi kondusif,” katanya.

Dibandingkan libur Nataru tahun sebelumnya, jumlah kunjungan tahun ini dinilai tidak mengalami perbedaan signifikan. Namun, faktor cuaca disebut menjadi tantangan tersendiri bagi destinasi wisata alam seperti Bromo.

“Angkanya tidak berbeda jauh dengan tahun kemarin. Hanya memang tahun ini ada sedikit kendala terkait cuaca yang mempengaruhi minat orang untuk kegiatan outdoor. Kalau cuaca bagus pasti tetap ramai,” ungkap Rudijanta.

BB-TNBTS mencatat rata-rata kunjungan harian selama Nataru berada di kisaran 3.000 wisatawan dan dapat meningkat hingga 5.000 orang pada hari-hari tertentu. Sementara rekor tertinggi kunjungan harian yang pernah terjadi mencapai sekitar 6.000 orang.

Terkait pelayanan, Rudijanta memastikan pengelolaan tiket wisata tetap berada di bawah kewenangan BB-TNBTS dan seluruhnya dilakukan secara daring.

“Untuk tiket tetap kami yang kelola di TNBTS. Semua perubahan terkait tiket juga tetap di kami. Sistem online ini supaya lebih nyaman dan tertib,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko, BB-TNBTS menambah kekuatan pengamanan di lapangan, termasuk melibatkan personel Marinir TNI AL.

“Kalau ada penyesuaian, yang kami lakukan adalah penambahan personel petugas penjagaan baik di tiket dan petugas keamanan saja,” pungkasnya.

Pos terkait