LINTASJATIM.com, Bondowoso – Turnamen PPP Championship Futsal 2026 resmi ditutup di GOR Pelita Bondowoso, Senin (3/8/2026) malam. Kejuaraan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso itu mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur karena dinilai menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Penutupan turnamen dihadiri Ketua DPW PPP Jawa Timur Arif Winarno, Ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso KH Moh. Hasan Abuya, jajaran pengurus partai, panitia, peserta, serta ratusan penonton yang memadati arena pertandingan.
Ketua DPW PPP Jawa Timur Arif Winarno mengapresiasi DPC PPP Bondowoso atas suksesnya penyelenggaraan kompetisi futsal yang melibatkan pelajar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Atas nama DPW PPP Jawa Timur, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPC PPP Kabupaten Bondowoso yang telah sukses menyelenggarakan PPP Championship 2026. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pembinaan olahraga futsal agar semakin berkembang dan digemari anak-anak muda di Bondowoso,” ujarnya.
Menurut Arif, turnamen olahraga tidak hanya menghadirkan kompetisi yang sehat, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.
“Kami berharap dari Bondowoso lahir pemain-pemain hebat yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Potensi itu sangat terbuka jika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan PPP Championship merupakan inisiatif DPC PPP Bondowoso yang didukung DPW PPP Jawa Timur agar pelaksanaannya berjalan optimal.
Keberhasilan turnamen tersebut, lanjut Arif, berpeluang menjadi contoh bagi DPC PPP di daerah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa sesuai potensi olahraga di masing-masing wilayah.
“Apa yang dilakukan teman-teman DPC Bondowoso sangat baik. Tidak menutup kemungkinan akan kami jadikan inspirasi bagi DPC lain. Tidak harus futsal, bisa cabang olahraga lain yang diminati masyarakat. Yang terpenting adalah memberikan ruang positif bagi generasi muda,” ungkapnya.
DPW PPP Jawa Timur juga menyatakan siap mendukung apabila PPP Championship ditetapkan sebagai agenda tahunan di Bondowoso.
“Kalau memang ini menjadi agenda tahunan, tentu DPW siap memberikan dukungan. Nanti akan kami diskusikan lebih lanjut agar pelaksanaannya semakin baik dan benar-benar memberi manfaat bagi pembinaan olahraga di Bondowoso,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso KH Moh. Hasan Abuya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang telah mendukung pelaksanaan turnamen. Ia juga mengapresiasi panitia, pengurus DPC PPP, serta tim J-Sportiva yang telah berkolaborasi menyukseskan kompetisi.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang telah memberikan fasilitas sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Terima kasih juga kepada J-Sportiva dan seluruh pengurus yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen ini,” tuturnya.
Hasan mengungkapkan, rencana awal kegiatan adalah menggelar turnamen sepak bola lapangan. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, panitia memutuskan menyelenggarakan kompetisi futsal yang dinilai lebih memungkinkan untuk dilaksanakan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri pembukaan turnamen lantaran harus berangkat menunaikan ibadah umrah lebih awal dari jadwal semula.
Menurut Hasan, tujuan utama penyelenggaraan PPP Championship bukan sekadar mencari juara, melainkan menyediakan ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat persaudaraan melalui olahraga.
“Anak-anak SD, SMP, dan SMA harus kita arahkan agar hobinya tersalurkan pada kegiatan yang positif, bukan pada hal-hal negatif. Melalui olahraga seperti futsal ini, kita ingin membangun karakter, sportivitas, dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menilai seluruh peserta dan suporter telah menunjukkan sikap sportif selama kompetisi berlangsung. Baginya, nilai sportivitas menjadi capaian terpenting dari penyelenggaraan PPP Championship 2026.
“Yang paling utama bukan siapa juara satu, dua, atau tiga. Juara sesungguhnya adalah sportivitas yang ditunjukkan seluruh peserta dan suporter selama pertandingan berlangsung. Itulah yang paling kami banggakan,” pungkasnya.





