LINTASJATIM.com, Jember – SMP Nurul Qarnain terus menunjukkan perkembangan pesat meski tergolong sekolah muda. Berdiri pada akhir 2022 dan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada 2023, sekolah ini telah meraih Akreditasi A serta mencatat sejumlah prestasi siswa di tingkat regional hingga nasional.
Capaian tersebut tidak lepas dari komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.
Penguatan literasi diterapkan melalui pembiasaan membaca yang menjadi aktivitas harian siswa. Salah satu kebijakan yang dijalankan ialah memanfaatkan jam kosong sebagai waktu membaca mandiri di kelas. Dengan demikian, siswa tetap produktif meski tidak sedang mengikuti pembelajaran formal.
Sekolah juga memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan bacaan sesuai minat, mulai dari buku pelajaran hingga literatur umum seperti novel, kisah inspiratif, dan buku pengetahuan populer.
Ketersediaan bahan bacaan didukung melalui pengadaan buku secara kolektif di masing-masing kelas. Pola ini tidak hanya memperkaya koleksi bacaan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab siswa terhadap program literasi sekolah.
Kebiasaan membaca yang terus dipupuk kemudian dikembangkan menjadi literasi produktif melalui kegiatan menulis, dengan karya siswa dipajang di kelas sebagai bentuk apresiasi.
Budaya literasi yang dibangun secara konsisten mulai membuahkan hasil melalui berbagai prestasi siswa. Salah satunya diraih Aisyah Fitratul Bahri, siswa SMP Nurul Qarnain yang berhasil meraih Juara II Lomba Cerpen Tingkat Nasional.
Ia mengaku kebiasaan membaca di sekolah sangat membantunya dalam menemukan ide dan mengasah kemampuan menulis.
“Saya sering membaca berbagai jenis buku saat ada waktu luang di sekolah. Dari situ saya mendapatkan banyak inspirasi untuk menulis cerita,” ujar Aisyah.
Ia menambahkan, dukungan lingkungan sekolah membuatnya lebih percaya diri mengikuti kompetisi.
“Karena sudah terbiasa membaca dan menulis, saya lebih yakin untuk mengirimkan karya ke lomba,” katanya.
Prestasi lainnya juga ditorehkan Illiyin, siswa yang aktif dalam kegiatan literasi dan peraih Medali Perak MSC 2025. Menurutnya, kebiasaan membaca yang dibangun di sekolah memberikan dampak besar terhadap kemampuan belajar siswa.
“Lingkungan sekolah sangat mendukung kami untuk membaca. Dengan banyak membaca, kami lebih mudah memahami pelajaran dan lebih siap mengikuti kompetisi,” jelasnya.
Melalui berbagai capaian tersebut, SMP Nurul Qarnain membuktikan bahwa pembiasaan membaca secara konsisten mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong prestasi siswa.
Budaya literasi yang kuat tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir, menulis, dan berkompetisi di tingkat nasional.





