LINTASJATIM.com, Nganjuk – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wilangan mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Prakonferensi Cabang (Prakonfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk.
Forum bertema ‘Menuju Kemandirian Organisasi, Penguatan Digitalisasi, dan Kesejahteraan Warga NU’ itu akan menjadi wadah konsolidasi untuk merumuskan rekomendasi strategis menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kabupaten Nganjuk.
Berbagai kebutuhan pelaksanaan telah dipersiapkan, mulai dari ruang sidang, perlengkapan persidangan, konsumsi, area parkir, hingga sarana pendukung lainnya. Seluruh jajaran pengurus MWCNU Wilangan bersama badan otonom dan warga Nahdliyin bergotong royong menyukseskan agenda organisasi tersebut.
Sekretaris MWCNU Wilangan yang juga Panitia Lokal Prakonfercab, M. Khoirul Anwar, mengatakan persiapan telah memasuki tahap akhir. Koordinasi antara panitia lokal, panitia pelaksana, dan PCNU Kabupaten Nganjuk terus dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, berbagai kebutuhan pelaksanaan Prakonfercab telah kami persiapkan bersama. Sebagai tuan rumah, MWCNU Wilangan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, menghasilkan rekomendasi yang berkualitas, serta menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat organisasi dan memberikan kemanfaatan bagi warga Nahdlatul Ulama,” ujar Khoirul Anwar.
Dalam forum tersebut, peserta akan dibagi ke dalam 10 komisi yang membahas berbagai bidang strategis organisasi.
Komisi I membahas pengembangan pendidikan dan pesantren. Komisi II fokus pada kemandirian ekonomi dan pertanian. Komisi III mengkaji bidang kesehatan dan kesejahteraan, sedangkan Komisi IV membahas pengembangan organisasi, kelembagaan, kaderisasi, dan sumber daya manusia.
Komisi V membahas sosial dan dakwah. Komisi VI mengkaji literasi, penerbitan, dan media sebagai bagian dari penguatan digitalisasi organisasi. Komisi VII membahas kebijakan, advokasi, dan kebencanaan. Komisi VIII fokus pada seni dan budaya, sementara Komisi IX membahas isu perempuan, anak, dan keluarga.
Adapun Komisi X menjadi forum Syuriyah PCNU bersama Syuriyah MWCNU se-Kabupaten Nganjuk yang membahas berbagai persoalan strategis di bidang keagamaan dan organisasi.
Setiap komisi akan didampingi para kiai, akademisi, dan tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Hasil pembahasan seluruh komisi akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis untuk dibawa ke sidang pleno sebagai dasar penyusunan arah kebijakan dan program kerja PCNU Kabupaten Nganjuk pada masa khidmat mendatang.
Melalui Prakonfercab ini, PCNU Kabupaten Nganjuk berharap mampu memperkuat konsolidasi organisasi, mendorong transformasi digital, meningkatkan kemandirian ekonomi jam’iyah, serta memperluas pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama.
Sinergi antara PCNU, MWCNU Wilangan selaku tuan rumah, lembaga, badan otonom, serta seluruh MWCNU se-Kabupaten Nganjuk diharapkan menjadi modal penting dalam menyukseskan Konfercab yang demokratis, berkualitas, dan mampu melahirkan program-program yang relevan dengan tantangan zaman serta kebutuhan warga NU.





